Ilusi optik dengan dua objek dalam satu gambar kembali menarik perhatian karena menawarkan cara cepat membaca kecenderungan kepribadian. Dalam tes ini, respons pertama disebut dapat mengarah pada ciri percaya diri atau empati yang lebih menonjol.
Gambar yang dipakai memperlihatkan dua sosok sekaligus, yaitu penguin dan wajah pria. Ilusi tersebut dibagikan oleh Dasha Takisho dan kemudian ikut dibahas oleh Times of India.
Cara melihat hasilnya
Pesertanya diminta menutup mata sejenak, lalu melihat gambar dan memperhatikan objek apa yang pertama kali paling menarik perhatian. Tidak ada jawaban benar atau salah, sehingga pilihan pertama justru menjadi bagian terpenting dari permainan psikologi ini.
Jika yang terlihat lebih dulu adalah penguin
Orang yang lebih dulu melihat penguin disebut sebagai sosok yang berani dan percaya diri. Mereka juga digambarkan senang membantu orang lain dengan tulus.
Karakter mereka cenderung hangat sehingga membuat orang lain merasa nyaman untuk mendekat. Tidak jarang, mereka menjadi tempat berlindung saat orang di sekitarnya sedang menghadapi masalah.
Mereka juga dikenal mampu mendengarkan dengan baik dan kerap dimintai nasihat. Dalam situasi yang menyangkut orang tersayang, mereka tidak segan melindungi dan membela.
Di sisi lain, mereka punya kebiasaan memendam emosi ketika berhadapan dengan masalah pribadi. Mereka cenderung menyelesaikan semuanya sendiri agar tidak dianggap sebagai beban oleh orang lain.
Sosok ini juga disebut memiliki ketertarikan pada alam, perjalanan, dan hubungan yang tulus. Cara hidup mereka cenderung berjalan pelan dan mengikuti keinginan sendiri, bukan tuntutan orang lain.
Jika yang terlihat lebih dulu adalah wajah pria
Jika wajah pria muncul lebih dulu, hasilnya dikaitkan dengan kepekaan tinggi terhadap energi dan emosi orang lain. Sosok ini disebut mampu menangkap perubahan suasana hati dan lingkungan bahkan sebelum disadari orang lain.
Insting yang tajam menjadi ciri yang menonjol, meski dalam beberapa keadaan kepekaan itu bisa membuat mereka kewalahan. Karena itu, mereka sering membutuhkan waktu untuk diri sendiri.
Mereka juga digambarkan tidak menyukai drama. Sebaliknya, mereka cenderung mendambakan mindfulness, pengembangan diri, dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari.
Walau tidak suka menonjolkan diri, mereka tetap sering menarik perhatian orang lain. Hal itu terjadi karena orang di sekitarnya menghargai mereka dan melihat nilai dalam kehadirannya.
Sebagai pribadi yang berempati, mereka kerap memikul beban emosional yang cukup besar. Karena itu, mereka disarankan memberi perhatian lebih pada diri sendiri dan beristirahat saat dibutuhkan.
Tes ilusi optik seperti ini memang tidak dimaksudkan sebagai ukuran yang sepenuhnya akurat. Namun, formatnya tetap populer karena sederhana, cepat, dan bisa memancing refleksi ringan tentang karakter diri.
