Google mulai menyesuaikan YouTube di Indonesia agar selaras dengan ketentuan PP Tunas. Dampak paling nyata dari penyesuaian ini adalah pembatasan akses bagi pengguna berusia di bawah 16 tahun, termasuk kemungkinan deaktivasi akun yang terdampak.
Perubahan tersebut menandai langkah penting bagi platform digital besar dalam mengikuti aturan perlindungan anak dan remaja yang berlaku di Indonesia. Selain soal akses, Google juga menyiapkan pembaruan pada sistem pemberitahuan dan pengelolaan akun di layanan YouTube.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa Google telah mengirim surat kepatuhan resmi kepada Dirjen Wasdik. Menurut Meutya, langkah itu menunjukkan komitmen perusahaan untuk kembali mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.
Dalam keterangannya, Meutya menegaskan bahwa Google sudah memberikan komitmen kepatuhan sekali lagi. Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan sistem di dalam platform, sehingga proses penerapannya belum sepenuhnya selesai.
Di sisi pengguna, batas usia minimum mulai tercantum dalam pemberitahuan YouTube di Indonesia. Layanan milik Google itu kini akan menampilkan keterangan terkait pengguna berusia 16 tahun ke bawah yang masuk dalam kelompok terdampak aturan baru.
Selain pembatasan akses, YouTube juga menyiapkan langkah deaktivasi untuk akun-akun yang tidak memenuhi persyaratan usia minimum. Kebijakan ini membuat pengelolaan akun tidak lagi hanya bergantung pada akses masuk, tetapi juga pada penyesuaian status akun sesuai aturan pemerintah.
Google juga menyampaikan perubahan pada sisi periklanan. Meutya menjelaskan bahwa YouTube telah menginformasikan rencana penghapusan iklan yang menargetkan anak-anak dan remaja, sehingga penyesuaian PP Tunas mencakup lebih dari sekadar pembatasan usia pengguna.
Langkah itu menunjukkan bahwa sistem periklanan ikut diatur agar sejalan dengan kebijakan perlindungan anak. Dengan demikian, pengalaman pengguna muda di platform tidak hanya berubah pada saat masuk, tetapi juga pada konten iklan yang mereka lihat.
Meski arah kebijakan sudah jelas, mekanisme teknisnya masih terus disiapkan. Danny Ardianto, Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik, mengatakan bahwa proses implementasi masih berlangsung dan pembaruan lebih lanjut akan disampaikan dalam waktu dekat.
Google juga menulis di laman Support bahwa persyaratan usia minimum akan diperbarui mengikuti ketentuan PP Tunas. Perusahaan menyebut perubahan ini memiliki implikasi penting bagi pengguna, sehingga pemberitahuan akan diberikan sebelum akses YouTube terdampak penuh dalam beberapa bulan ke depan.
Hingga kini, jumlah akun anak yang akan terdampak belum diumumkan. YouTube menyebut data terkait akan diperbarui seiring proses implementasi berjalan, sehingga skala dampaknya masih belum terlihat secara pasti.
Namun, arah kebijakan yang diambil sudah tegas dan mengarah pada pembatasan akses bagi pengguna di bawah batas usia minimum. Di Indonesia, penyesuaian ini menjadi sorotan karena YouTube termasuk salah satu layanan digital yang paling banyak digunakan.
Source: www.cnbcindonesia.com






