Klaim tenaga besar menjadi sorotan utama dari Fang Cheng Bao Formula X. Mobil konsep supercar listrik dari BYD ini disebut membawa konfigurasi tiga motor listrik dengan output sekitar 1.000 hp, angka yang langsung menempatkannya di wilayah hyper-performance EV.
Jika klaim itu benar-benar masuk ke versi produksi, Formula X akan berada satu level dengan deretan mobil listrik kencang seperti Tesla Model S Plaid, Rimac Nevera, dan Lotus Evija. Dengan tenaga sebesar itu, akselerasi 0-100 km/jam diprediksi bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 2 detik.
Desain dibuat untuk menegaskan karakter supercar
Tampilan Formula X juga dirancang jauh dari citra Fang Cheng Bao yang selama ini lebih lekat dengan SUV tangguh. Mobil ini hadir dengan bodi rendah, garis aerodinamis tajam, serta bahasa desain agresif yang memberi kesan mobil performa tinggi sejak pandangan pertama.
Bagian depan memakai lampu LED sipit dan bumper besar untuk memperkuat karakter sporty. Di sisi samping, mobil konsep ini terlihat mencolok berkat pintu model gullwing atau kemungkinan scissor door.
Buritannya juga dibuat tegas lewat diffuser besar, lampu minimalis, dan wing aerodinamis. BYD disebut memakai material premium seperti serat karbon di beberapa bagian bodi agar bobot tetap ringan, meski mobil harus mengakomodasi teknologi baterai berkapasitas besar.
Langkah berani BYD masuk ke arena supercar listrik
Kehadiran Formula X menunjukkan ambisi BYD untuk bergerak lebih jauh ke segmen supercar listrik premium. Pasar ini selama ini identik dengan nama besar asal Eropa seperti Ferrari, Lamborghini, dan Porsche.
Dengan Formula X, BYD seperti ingin menunjukkan bahwa pabrikan China juga mampu bermain di wilayah yang selama ini dianggap sangat eksklusif. Posisi ini penting karena Formula X bukan hanya sekadar mobil konsep, tetapi juga alat untuk mengangkat citra merek di kelas performa tinggi.
Di sisi lain, model ini menjadi pergeseran besar untuk Fang Cheng Bao. Selama ini merek tersebut lebih dikenal lewat SUV, sehingga kehadiran supercar listrik ekstrem seperti Formula X terasa sebagai lompatan arah yang cukup jauh.
Bukan sekadar pajangan pameran
Meski masih berstatus konsep, BYD memberi sinyal bahwa Formula X tidak berhenti sebagai mobil pajang. Versi produksi disebut akan tetap mempertahankan sebagian besar desain konsepnya.
Jika benar masuk jalur produksi massal, Formula X akan menjadi halo car bagi Fang Cheng Bao. Mobil ini juga akan menjadi penanda kemampuan BYD dalam mengembangkan kendaraan listrik performa tinggi.
Pendekatan seperti ini bukan hal baru di industri otomotif. Mercedes-Benz pernah memakainya lewat Mercedes-AMG One, sementara Porsche melakukannya melalui Porsche 918 Spyder untuk mengangkat citra merek.
Teknologi baterai dan sinyal dari Beijing Auto Show 2026
Selain tenaga dan desain, Formula X kemungkinan dibekali teknologi baterai canggih milik BYD, termasuk Blade Battery. Sistem ini dikenal punya efisiensi tinggi dan keamanan yang lebih baik.
Formula X mencuri perhatian saat tampil di Beijing Auto Show 2026. Kehadirannya sekaligus menegaskan bahwa pabrikan China kini tidak lagi hanya fokus pada mobil listrik murah dan kendaraan volume besar.
Arah baru itu terlihat jelas dari keberanian mereka menyerang segmen premium dan performa tinggi yang selama ini dikuasai merek Barat. Jika Formula X benar-benar diproduksi, mobil ini berpeluang menjadi pesaing baru di pasar supercar listrik global.







