Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menunjukkan hasil awal yang nyata, dengan 1.061 unit sudah beroperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Capaian itu menjadi penanda bahwa target besar pemerintah belum selesai, tetapi tahap awal pembangunan sudah bergerak ke fase operasional.
Dari jumlah tersebut, 530 unit berada di Jawa Timur dan 531 unit di Jawa Tengah. Badan Komunikasi Pemerintah RI menyampaikan data itu seiring upaya memperluas jaringan koperasi desa dan kelurahan di berbagai daerah.
Skala target masih sangat besar
Pemerintah memasang sasaran 80.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih beroperasi hingga 2029. Artinya, jumlah yang sudah berjalan saat ini masih menjadi bagian kecil dari peta besar program yang disiapkan secara bertahap.
PT Agrinas Pangan Nusantara selaku pelaksana pembangunan KDKMP menyebut masih ada 23.010 titik dalam proses pembangunan. Dari jumlah itu, 12.232 titik sudah rampung secara fisik dan masuk tahap persiapan operasional.
Selain itu, sekitar 70.000 unit lainnya masih berada pada tahap pembangunan dan pemetaan lahan. Data tersebut menunjukkan pekerjaan lapangan masih berlangsung luas dan belum mendekati tuntas.
Peresmian awal di Nganjuk
Pengoperasian 1.061 koperasi desa dan kelurahan merah putih itu sebelumnya telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peresmian dilakukan bersama jaringan koperasi yang mulai berjalan serentak di dua provinsi.
Komposisinya terdiri atas 530 gerai di tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur dan 531 gerai di delapan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Jumlah tersebut juga disebut sebagai bagian dari 9.182 gerai yang telah dibangun dan siap dioperasikan.
Kepala Bakom Pemerintah RI Muhammad Qodari menjelaskan data itu saat ditemui di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat. Ia menegaskan pembangunan Kopdes Merah Putih akan terus berjalan bertahap sampai target 80.000 unit tercapai.
Target terdekat menuju 2026
PT Agrinas Pangan Nusantara juga menyampaikan target terdekat, yaitu 20.000 titik KDKMP dapat diresmikan pada Agustus 2026. Jika tercapai, capaian itu akan menjadi penguat awal bagi perluasan jaringan koperasi desa dan kelurahan di daerah lain.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut pemerintah menargetkan 20.000 hingga 30.000 koperasi desa selesai dibangun pada Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2026. Target itu masih berada dalam kerangka ambisi nasional untuk membangun 80.000 koperasi desa, kelurahan, dan nelayan.
Dengan jumlah yang baru memasuki ribuan, pemerintah masih harus mengejar puluhan ribu titik lain agar program ini benar-benar menjangkau seluruh sasaran yang ditetapkan. Namun, operasional 1.061 unit di Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi sinyal bahwa proyek besar tersebut sudah mulai bergerak dari pembangunan menuju layanan nyata di lapangan.
Source: nasional.kompas.com






