Sebanyak 108 mahasiswa UMI Makassar diamankan sementara oleh kepolisian setelah situasi di sekitar kampus memanas usai bentrokan dengan pengemudi ojek online. Langkah itu diambil untuk mencegah aksi susulan ketika massa dari dua pihak masih berkumpul di kawasan Jalan Urip Sumoharjo.
Kapolrestabes Makassar, Komisaris Besar Polisi Arya Perdana, menyampaikan bahwa kondisi di lokasi akhirnya bisa dikendalikan. Polisi bergerak cepat begitu gesekan di depan kampus berkembang menjadi perseteruan yang melibatkan mahasiswa dan ojol.
Situasi memanas di sekitar kampus
Kericuhan berawal dari aksi mahasiswa UMI yang menggelar peringatan Hari April Makassar Berdarah atau Amarah. Aksi tersebut berlangsung di sekitar Jalan Urip Sumoharjo dan membuat ruas jalan protokol itu tertutup cukup lama.
Penutupan jalan memicu antrean panjang kendaraan dan kemacetan parah. Situasi itu kemudian membuat emosi beberapa pengendara yang melintas meningkat, termasuk sejumlah pengemudi ojol yang terhambat di jalur tersebut.
Menurut Arya, sebagian pengemudi ojol kemudian masuk ke area kampus karena kondisi lalu lintas sudah tidak terkendali. Dari titik itulah ketegangan melebar dan massa mahasiswa kembali terlibat di lingkungan kampus.
Polisi bergerak cegah bentrokan meluas
Ketika emosi massa di depan gerbang kampus semakin tinggi, aparat langsung turun ke lapangan. Polisi menyebut sempat ada upaya merusak pintu gerbang kampus saat massa mengejar mahasiswa, sehingga penanganan cepat dilakukan untuk menghentikan eskalasi.
Petugas kemudian meminta semua pihak menahan diri agar bentrokan tidak merembet ke area lain di Makassar. Fokus utama kepolisian saat itu adalah menjaga situasi tetap terkendali dan mencegah provokasi lanjutan.
Dalam proses pengamanan, polisi menyisir area kampus dan mengumpulkan mahasiswa yang masih berada di lokasi. Dari hasil penanganan sementara itu, sekitar 108 mahasiswa diamankan untuk menghindari gesekan susulan.
Diamankan lalu dipindahkan ke Polrestabes Makassar
Setelah dikumpulkan, para mahasiswa dibawa ke Polrestabes Makassar. Langkah ini dilakukan karena massa ojol masih berada di depan kampus dan dikhawatirkan terjadi benturan lagi jika mahasiswa keluar satu per satu.
Di dalam kampus, pihak rektorat juga ikut memberi pengarahan kepada mahasiswa. Arya menyebut Wakil Rektor hadir mendampingi proses penanganan bersama aparat kepolisian.
Selama masa pengamanan, polisi menempatkan pencegahan susulan sebagai prioritas. Upaya itu dilakukan agar konflik tidak berkembang lebih besar dan situasi di sekitar kampus segera kembali reda.
Mahasiswa dipulangkan setelah keadaan aman
Mahasiswa yang sempat diamankan akhirnya dipulangkan setelah situasi dinilai aman. Proses pemulangan dilakukan pada Sabtu, 25 April, sekitar pukul 05.30 WITA.
Arya menegaskan seluruh mahasiswa dipulangkan dalam keadaan sehat. Ia juga menyampaikan bahwa selama berada di Polrestabes Makassar, mereka tidak mengalami intimidasi maupun perlakuan yang tidak menyenangkan.
Menurut Arya, penanganan dilakukan tanpa tindakan fisik dan berlangsung tertib. Kepolisian memastikan langkah itu diambil untuk menjaga keadaan tetap kondusif setelah ketegangan sempat muncul di sekitar kampus.
Polisi luruskan isu video viral
Selain penanganan bentrokan, polisi juga menanggapi video viral yang memunculkan dugaan adanya oknum TNI dalam peristiwa tersebut. Arya menegaskan tidak ada anggota TNI yang diamankan dalam kejadian itu.
Ia menyebut hasil penelusuran menunjukkan orang-orang dalam video tersebut adalah pelajar dengan identitas kependudukan yang sesuai. Penjelasan itu disampaikan agar tidak muncul kesalahpahaman yang bisa memperkeruh keadaan.
Hingga seluruh proses pemulangan selesai, aparat tetap berjaga di sekitar Kampus UMI Makassar. Pengamanan masih difokuskan untuk memastikan kawasan kembali kondusif setelah bentrokan mahasiswa dan ojol sempat dipicu oleh penutupan jalan yang terlalu lama.
