Jawa Tengah menutup 2025 dengan capaian investasi sekitar Rp110 triliun dan serapan 275 ribu tenaga kerja. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di provinsi ini juga sudah mencapai sekitar Rp23 triliun dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja.
Angka itu menunjukkan Jawa Tengah masih mampu menjaga arus modal masuk di tengah situasi geopolitik dunia yang belum stabil. Pemerintah provinsi kini menyiapkan langkah lanjutan agar pertumbuhan tidak bertumpu pada wilayah industri yang sudah mapan.
12 daerah disiapkan untuk pusat pertumbuhan baru
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Kementerian PPN/Bappenas untuk mengembangkan 12 kabupaten/kota sebagai kawasan industri baru. Rencana tersebut diarahkan untuk memperluas basis ekonomi sekaligus membuka pusat pertumbuhan di luar kantong industri yang sudah ada.
“Sudah kita siapkan 12 kabupaten/kota sebagai kawasan industri,” ujar Luthfi usai rapat paripurna persetujuan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Gedung Berlian DPRD Jawa Tengah, Semarang, Rabu (8/7/2026).
Dengan skema itu, pemerintah provinsi berharap penyerapan tenaga kerja bisa terus meluas di berbagai daerah. Pengembangan kawasan industri baru juga diproyeksikan memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai tujuan utama investor.
Daya tarik terbesar ada pada tenaga kerja
Luthfi menilai kekuatan utama Jawa Tengah bukan hanya letak wilayah atau ketersediaan lahan, melainkan suplai sumber daya manusia yang besar. Ia menyoroti keberadaan ribuan sekolah vokasi, balai latihan kerja, dan politeknik yang mendukung industri padat karya.
“Padat karya itu apa? Padat karya di mana sumber daya manusia kita sangat mencukupi. Vokasi kita hampir 1.500, BLK kita banyak, kemudian politeknik kita banyak,” jelasnya.
| Indikator | Realisasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Investasi 2025 | Rp110 triliun | Serapan 275 ribu tenaga kerja |
| Investasi triwulan I 2026 | Rp23 triliun | Serapan 92 ribu tenaga kerja |
| Calon tenaga kerja untuk Jepang | 420 orang | Proses seleksi dipusatkan di Jawa Tengah |
Kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja itu juga terlihat dari seleksi sekitar 420 calon tenaga kerja untuk Jepang yang dipusatkan di Jawa Tengah. Bagi pemerintah provinsi, proses tersebut menjadi salah satu penanda bahwa kualitas SDM daerah itu diakui lebih luas.
Di tengah ketidakpastian global, kombinasi investasi yang masih kuat, tenaga kerja vokasi yang besar, dan perluasan kawasan industri membuat Jawa Tengah berupaya menjaga momentum pertumbuhan. Fokus berikutnya ada pada bagaimana 12 daerah yang disiapkan itu bisa segera berubah menjadi penggerak ekonomi baru.
