Bantuan Dana Tunggu Hunian atau DTH untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah disalurkan penuh kepada 14.750 kepala keluarga. Setiap keluarga menerima Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga total yang dibawa pulang mencapai Rp1,8 juta sambil menunggu rumah tetap selesai dibangun.
Penyaluran DTH ini menjadi penopang penting bagi penyintas yang belum bisa langsung menempati hunian permanen. Skema tersebut membantu kebutuhan dasar keluarga tetap berjalan di masa transisi, saat proses pembangunan rumah pengganti masih berlangsung di lapangan.
Bantuan sementara untuk masa tunggu hunian
DTH diberikan sebagai dukungan selama keluarga terdampak belum masuk ke hunian tetap atau huntap. Bantuan ini hadir karena pembangunan rumah pengganti tidak bisa selesai secara instan, sementara kebutuhan tempat tinggal harus tetap dipenuhi.
Dengan pencairan Rp600.000 setiap bulan selama tiga bulan, pemerintah menempatkan DTH sebagai solusi jangka pendek agar penyintas tidak terlalu terbebani selama masa tunggu. Pola ini membuat keluarga korban bencana memiliki pegangan sementara sembari menanti tempat tinggal yang lebih layak.
Ribuan penerima di tiga provinsi
Dari total penerima yang sudah tuntas dibantu, Aceh mencatat jumlah terbesar dengan 6.846 penerima. Sumatera Utara menyusul dengan 4.162 penerima, sedangkan Sumatera Barat berada di angka 1.904 penerima.
Capaian penyaluran yang disebut sudah 100 persen itu menunjukkan bantuan telah menjangkau seluruh keluarga sasaran di tiga provinsi terdampak. Data ini menegaskan bahwa DTH memang disiapkan sebagai jaring pengaman sambil rehabilitasi hunian terus dipercepat.
Pembangunan huntap masih dikebut
Di sisi lain, pembangunan hunian tetap masih berjalan dan terus dikejar oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Hingga data per 13 April, huntap yang selesai dibangun baru 247 unit dari total 39.024 unit yang direncanakan.
Masih ada 1.243 unit lain yang sedang dikerjakan di berbagai lokasi terdampak. Jumlah itu menunjukkan pekerjaan rumah yang masih besar, terutama karena target hunian tetap masih jauh dari kebutuhan total penyintas.
Progres berbeda di tiap provinsi
Di Aceh, pembangunan huntap yang sudah rampung tercatat 104 unit dari target 28.871 unit. Selain itu, 395 unit masih dalam proses pengerjaan untuk mempercepat pemindahan warga dari hunian sementara.
Sumatera Utara mencatat 120 unit huntap selesai dari target 7.321 unit. Sementara 407 unit lainnya masih dibangun dan terus dipantau agar tidak tertinggal dari jadwal percepatan.
Sumatera Barat juga ikut menunjukkan progres, meski dalam skala yang lebih kecil. Dari total 2.832 unit yang direncanakan, 23 unit sudah selesai dan 441 unit masih dikerjakan.
Hunian sementara ikut dikebut penyelesaiannya
Penyediaan hunian sementara atau huntara juga berjalan beriringan dengan huntap. Hingga 13 April, huntara yang telah selesai mencapai 18.997 unit dari target 20.477 unit, atau sekitar 92 persen.
Angka itu meningkat dibanding data per 9 April, ketika huntara yang selesai masih 18.678 unit dari target 20.378 unit atau sekitar 90 persen. Kenaikan ini penting karena huntara menjadi tempat singgah sebelum warga benar-benar masuk ke rumah tetap.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan huntap harus menjadi prioritas utama. Ia menilai masyarakat tidak semestinya terlalu lama tinggal di hunian sementara, sehingga penyediaan rumah tetap perlu terus dipercepat.
Tito menjelaskan pembangunan huntap ditempuh melalui dua skema. Skema pertama adalah pembangunan di lokasi lama yang masih aman dengan dukungan dana Rp60 juta per unit, sedangkan skema kedua adalah pembangunan komunal di kawasan baru yang disiapkan pemerintah sesuai kebutuhan lapangan.
Satgas PRR juga menilai kelengkapan data dari pemerintah daerah menjadi faktor penting agar percepatan berjalan lancar. Koordinasi dan validasi data menentukan bantuan hunian tetap tepat sasaran serta memudahkan proses pembangunan bagi penyintas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Source: www.medcom.id






