14 Dakwaan Bunuh Diri Diakui Kenneth Law, Penyelidikan Forum Daring Meluas Ke Berbagai Negara

Kenneth Law akhirnya mengaku bersalah atas 14 dakwaan aiding suicide di Kanada, setelah kasus yang menyeret nama pria 60 tahun itu memicu perhatian lintas negara. Jaksa sebelumnya juga sempat mengajukan dakwaan pembunuhan, tetapi kemudian menyatakan tidak ada jalan yang layak untuk membuktikannya di pengadilan.

Di ruang sidang Newmarket, utara Toronto, Law berdiri di area setengah tertutup bersama tiga pengacaranya ketika pengakuan itu disampaikan. Mantan koki tersebut mengucapkan bahwa ia mengaku bersalah atas aiding suicide terhadap 14 orang di Kanada.

Kasus ini tidak berhenti di dalam negeri Kanada. Dalam pernyataan fakta yang disepakati, Law mengakui telah mengirim paket kepada ratusan orang di sejumlah negara, termasuk Australia, Prancis, Belgia, dan Inggris.

Sorotan besar terhadap perkara ini muncul setelah penangkapannya pada 2023. Perkara itu juga memicu kemarahan publik karena terungkap adanya forum daring yang dipakai untuk memberi arahan kepada orang-orang yang sedang tertekan tentang cara bunuh diri.

Di Kanada, Law awalnya menghadapi 14 dakwaan pembunuhan dan 14 dakwaan tambahan terkait aiding suicide. Namun jaksa di pengadilan Newmarket mengatakan mereka tidak memiliki jalur realistis untuk mengejar vonis pembunuhan.

Perhatian kemudian bergeser ke tahap hukuman. Sidang penjatuhan hukuman untuk dakwaan aiding suicide akan dipisah dan kemungkinan berlangsung pada September, saat pengadilan mendengar pernyataan dampak dari para korban.

Para pakar hukum menyebut aiding suicide sebagai kejahatan serius dengan ancaman hukuman penjara 10 hingga 20 tahun. Fokus jaksa kini bukan lagi pada dakwaan pembunuhan, melainkan pada pertanggungjawaban atas 14 dakwaan yang telah diakui bersalah oleh Law.

Kasus ini juga berkaitan erat dengan Inggris, yang disebut memiliki rangkaian penyelidikan paling rinci di antara negara-negara lain yang terseret. National Crime Agency Inggris mengatakan sedang menyelidiki 112 kematian yang dikaitkan dengan Law.

Keluarga korban di Inggris menyatakan kekecewaan atas keputusan untuk tidak mengejar dakwaan pembunuhan di Kanada. David Parfett, ayah Thomas Parfett yang berusia 22 tahun saat mengakhiri hidupnya pada 2021, menilai aparat Kanada melewatkan kesempatan untuk menunjukkan betapa seriusnya tindakan Law.

Parfett juga menjadi salah satu suara yang mendesak Inggris memperketat aturan terhadap ruang daring yang mendorong orang ke arah bahaya. Ia mengatakan, jika Law tidak memberi petunjuk rinci tentang cara mengakhiri hidup, putranya kemungkinan masih hidup.

Dari sisi keluarga lain, Kim Prosser mengatakan kehadirannya di pengadilan menjadi bagian dari proses penyembuhan yang masih berjalan. Ibu dari Ashtyn, yang mengakhiri hidupnya pada 2023, menyebut tiga tahun terakhir setelah kematian putranya sangat menyakitkan.

Dalam pernyataan bersama, National Crime Agency dan badan penuntutan Inggris menyebut Inggris menjadi satu-satunya negara di dunia dengan penyelidikan yang cukup rinci untuk ikut dimasukkan dalam perkara di Kanada. Keduanya juga mengatakan sudah menjelaskan secara rinci alasan keputusan mereka kepada korban dan keluarga.

Bagi keluarga yang terdampak, pengakuan bersalah Law belum menutup luka yang ditinggalkan perkara ini. Sejumlah keluarga di Inggris sudah diberi tahu bahwa tidak ada pihak yang akan dikenai tuntutan pidana atas kematian-kematian itu, sementara mereka terus menunggu bentuk pertanggungjawaban yang dinilai sepadan dengan dampaknya.

Berita Terkait