Sebuah drone dilaporkan jatuh di Galilea Barat, Israel utara, tak lama setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meninggalkan lokasi kunjungan. Peristiwa itu memicu perhatian karena terjadi di wilayah yang sama saat Netanyahu baru bertemu para kepala daerah setempat.
Channel 15 melaporkan sirene peringatan sempat berbunyi di sejumlah wilayah dekat kota Shlomi saat kunjungan masih berlangsung. Begitu suara peringatan terdengar, petugas keamanan bergerak cepat mendekati Netanyahu untuk menjalankan prosedur perlindungan bagi kepala pemerintahan Israel itu.
Respons pengamanan pun langsung diperketat di area tersebut. Situasi ini kembali menyoroti tingginya kewaspadaan di wilayah utara Israel yang masih sensitif terhadap gangguan keamanan.
Sejumlah gambar yang beredar di media sosial memperlihatkan dampak ledakan di kawasan Galilea Barat setelah Netanyahu meninggalkan lokasi. Namun, belum ada penjelasan resmi dari otoritas setempat yang menerangkan detail visual tersebut.
Hingga kini, asal-usul drone itu belum diketahui. Otoritas keamanan Israel juga belum mengonfirmasi apakah drone tersebut berhasil dicegat atau jatuh karena faktor lain.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat insiden tersebut. Meski demikian, kejadian itu menambah daftar gangguan keamanan di wilayah perbatasan utara Israel yang dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi sorotan.
Dalam kunjungan yang sama, Netanyahu bertemu dengan sejumlah wali kota dan pemimpin daerah di utara Israel. Ia menegaskan pemerintah akan mendukung pemulihan dan pembangunan kawasan yang terdampak konflik.
“Kami akan menginvestasikan sumber daya yang diperlukan untuk menjamin rehabilitasi, pembangunan, dan masa depan komunitas di wilayah utara sebagaimana yang telah kami lakukan di wilayah selatan,” kata Netanyahu.
Pernyataan itu disampaikan di tengah suasana Galilea Barat yang masih berada dalam kondisi kewaspadaan tinggi akibat ketegangan regional. Insiden drone tersebut membuat pengamanan di kawasan itu kembali menjadi perhatian utama.
Source: mediaindonesia.com






