14 Poin Draf Damai AS-Iran Bocor, Sanksi dan Nuklir Jadi Sorotan Utama

Poin yang paling menentukan dari draf MoU damai Amerika Serikat dan Iran adalah soal pencabutan sanksi, masa depan program nuklir, dan penarikan pasukan. Jika isi yang beredar itu benar, kesepakatan tersebut bukan sekadar menghentikan perang, tetapi juga membuka jalan bagi perubahan besar dalam hubungan ekonomi dan keamanan kedua negara.

Amerika Serikat dan Iran disebut telah menandatangani Nota Kesepahaman secara virtual pada Senin, 15 Juni 2026. Kesepakatan itu diklaim menandai berakhirnya konflik bersenjata yang melibatkan kedua negara sejak Februari 2026.

Namun, dokumen lengkapnya belum diumumkan ke publik. Sejumlah media internasional seperti CNN dan Bloomberg kemudian melaporkan adanya draf yang bocor, meski keabsahan isi dokumen tersebut masih diperdebatkan oleh berbagai pihak.

Bantahan atas dokumen yang beredar

Draf yang tersebar disebut berasal dari seorang pejabat AS dan diklaim telah dilihat langsung oleh seorang diplomat di sela KTT G7 di Prancis. Dua sumber diplomatik lain yang mengetahui jalannya negosiasi juga disebut mengonfirmasi keberadaan naskah itu.

Menurut sumber yang dikutip media, dokumen tersebut mencerminkan kesepakatan yang ditandatangani secara digital oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Minggu. Meski begitu, seorang pejabat AS lain membantah keakuratan draf itu.

Gedung Putih memilih tidak berkomentar atas laporan tersebut. Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menyatakan dokumen yang bocor tidak mencerminkan isi kesepakatan sebenarnya.

Isi 14 poin yang disebut beredar

Draf yang bocor memuat 14 poin yang mencakup penghentian perang, jalur perdagangan, sanksi, aset beku, hingga program nuklir Iran. Jika benar, isi itu menunjukkan negosiasi yang jauh lebih luas dibanding sekadar gencatan senjata.

PoinIsi utama
1Iran dan AS, bersama sekutu mereka, menyatakan perang berakhir segera dan permanen di semua lini, termasuk Lebanon.
2Kedua negara berkomitmen menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta tidak ikut campur dalam urusan dalam negeri pihak lain.
3Iran dan AS sepakat bernegosiasi untuk mencapai perjanjian final dalam waktu maksimal 60 hari, dengan kemungkinan perpanjangan jika disetujui bersama.
4AS akan mencabut blokade laut dan menghentikan hambatan terhadap Iran segera setelah MoU ditandatangani.
5Iran akan memulihkan pergerakan kapal dagang antara Teluk Persia dan Laut Oman ke volume sebelum perang dalam 30 hari.
6AS bersama mitra regional akan menyusun rencana komprehensif untuk pemulihan dan pembangunan ekonomi Iran, dengan pembiayaan minimal 300 miliar dolar AS.
7AS berkomitmen mengakhiri seluruh sanksi terhadap Iran sesuai jadwal dalam perjanjian final.
8Iran menegaskan tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir.
9Sebelum perjanjian final, Iran mempertahankan status quo pada program nuklirnya dan AS tidak menjatuhkan sanksi baru.
10AS akan memberi dispensasi ekspor minyak mentah, produk petrokimia, dan layanan terkait dari Iran.
11Dana dan aset Iran yang dibekukan akan dibebaskan sepenuhnya saat negosiasi maju ke tahap perjanjian final.
12Iran dan AS akan membentuk mekanisme implementasi untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan final.
13Setelah menerima jaminan pelaksanaan pasal 4, 5, 10, dan 11, kedua pihak akan memulai negosiasi untuk perjanjian final hanya terkait pasal yang tersisa.
14Perjanjian final nantinya akan disahkan melalui resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB.

Dampak politik dan ekonomi jika draf itu benar

Di sisi politik, draf tersebut menunjukkan adanya pengaturan yang sangat rinci mengenai penghentian permusuhan dan penarikan militer. Poin keempat menyebut pasukan AS akan ditarik dari wilayah sekitar dalam 30 hari setelah perjanjian final tercapai.

Di sisi ekonomi, angka pembiayaan minimal 300 miliar dolar AS menjadi salah satu bagian yang paling menonjol. Ditambah lagi, pembebasan aset beku, dispensasi ekspor minyak, dan rencana pencabutan sanksi memperlihatkan bahwa kesepakatan itu bisa mengubah posisi Iran di pasar energi dan hubungan finansial internasional.

Meski demikian, status 14 poin tersebut belum dapat dipastikan sepenuhnya karena dokumen resmi belum dipublikasikan dan sudah dibantah sebagian pihak. Sampai ada pengumuman formal, publik masih bergantung pada bocoran media dan pernyataan terbatas dari sumber diplomatik yang mengetahui proses negosiasi.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait