15 iPhone 17 Pro Max Dipakai Siaran MLS, Hasilnya Tetap Terlihat Sekelas Broadcast

Author: Redaksi Android62

Apple kembali menarik perhatian industri siaran olahraga dengan memakai 15 unit iPhone 17 Pro Max untuk menayangkan laga MLS. Hasil akhirnya tidak terasa seperti eksperimen ponsel, karena tayangan yang muncul tetap terlihat seperti broadcast profesional.

Pertandingan yang direkam adalah Los Angeles Galaxy melawan Houston Dynamo di Dignity Health Sports Park, Carson, California. Dalam produksi ini, Apple tidak menempatkan semua perangkat di satu titik, melainkan menyebarkannya untuk menangkap aksi di lapangan dan suasana tribun penonton.

Di balik layar, Apple memperlihatkan proses tersebut lewat media sosial resminya. Dalam video yang dibagikan, terlihat kru membawa berbagai rig khusus yang sudah dipasangi iPhone 17 Pro Max.

Ukuran iPhone yang ringkas menjadi salah satu keunggulan utama dalam produksi olahraga. Perangkat itu dapat ditempatkan di area yang biasanya sulit dijangkau kamera broadcast tradisional, sehingga sudut pengambilan gambar menjadi lebih leluasa.

Apple juga memanfaatkan bentuk kecil perangkat itu untuk menangkap angle yang lebih dinamis. Ponsel dapat dipasang di tiang panjang dekat lapangan atau bahkan ditempatkan di dalam gawang, tanpa mengganggu kebutuhan pengambilan gambar.

Meski memakai smartphone, hasil siaran tetap terasa seperti tayangan olahraga profesional. Apple seolah ingin menunjukkan bahwa perangkat harian kini mampu masuk ke standar produksi yang biasa dipakai industri siaran.

Rig khusus dan lensa broadcast

Produksi ini tidak hanya mengandalkan iPhone tanpa tambahan apa pun. Dalam sejumlah video behind the scenes, beberapa unit iPhone 17 Pro Max terlihat dipasangkan dengan lensa broadcast profesional Fujifilm Fujinon berukuran besar.

YouTuber teknologi Brian Tong menunjukkan salah satu setup paling ekstrem yang dipakai Apple. Ia menyebut tampilannya mirip kamera broadcast biasa di lapangan sepak bola, padahal inti perangkatnya tetap iPhone 17 Pro Max.

Tong menjelaskan bahwa iPhone tersebut dipasangkan dengan adapter khusus agar bisa memakai lensa Fujinon HZK 25-1000mm. Lensa itu memiliki harga sekitar 265.000 dollar AS atau sekitar Rp 4,4 miliar.

Tidak semua setup dibuat serumit itu. Sebagian besar kamera lapangan Apple tetap memakai lensa bawaan iPhone dan handheld rig yang lebih sederhana, sementara beberapa unit lain bahkan hanya menambahkan iPad sebagai monitor eksternal.

Workflow tetap seperti produksi profesional

Apple juga memakai Blackmagic Camera App untuk merekam video. Seluruh iPhone 17 Pro Max itu merekam dalam format Apple Log 2 dengan resolusi 1080p 60 fps.

Format LOG umum dipakai dalam workflow produksi profesional karena mampu menangkap dynamic range yang lebih luas. Format ini juga memberi fleksibilitas lebih besar untuk color grading, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PetaPixel.

Penggunaan aplikasi dan format tersebut memperlihatkan bahwa eksperimen Apple tidak berhenti pada pemakaian ponsel sebagai kamera. Perusahaan itu juga menyesuaikan alur kerja agar hasil rekaman tetap cocok dengan kebutuhan siaran profesional.

Keberadaan 15 unit iPhone 17 Pro Max dalam satu pertandingan membuat eksperimen ini menonjol di industri siaran. Perangkat yang biasanya ada di saku pengguna dipakai untuk fungsi yang umumnya dikerjakan perlengkapan broadcast kelas atas.

Pendekatan ini membuka ruang baru untuk pengambilan gambar di area lapangan. Dengan bentuk yang lebih ringkas, kamera bisa masuk ke titik-titik yang sulit dijangkau perangkat besar tanpa kehilangan kualitas tampilan yang dibutuhkan untuk tayangan profesional.

Berita Terbaru