Ponsel dengan RAM 12 GB kini tidak lagi berada di kelas yang sulit dijangkau. Di pasar Indonesia, opsi seperti itu sudah hadir mulai dari kisaran Rp3,6 jutaan, sehingga pengguna tidak perlu lagi membayar mahal hanya untuk mendapat ruang kerja yang lebih lega di ponsel.
Perubahan ini terasa penting karena kebutuhan harian ikut naik. Membuka banyak aplikasi sekaligus, mengedit konten, hingga berpindah ke kamera dengan cepat sudah menjadi kebiasaan, dan RAM besar kini membantu menjaga semuanya tetap lancar.
Pilihan paling terjangkau untuk mulai naik kelas
Di kelompok harga paling rendah, Redmi Note 14 5G muncul sebagai salah satu pilihan yang paling mudah dijangkau. Ponsel ini memakai MediaTek Dimensity 7025 Ultra, membawa RAM 12 GB, penyimpanan 256 GB, serta layar AMOLED 120 Hz dengan harga mulai Rp3,6 jutaan.
Masih di rentang yang mirip, Oppo Reno 12 F 5G juga ikut bersaing. Perangkat ini mengandalkan Dimensity 6300 dan menawarkan RAM virtual untuk memberi ruang yang terasa lebih longgar saat menjalankan aplikasi berat.
Kedua model itu menunjukkan bahwa RAM 12 GB tidak lagi identik dengan ponsel mahal. Konsumen sekarang bisa mendapatkan kapasitas memori besar sekaligus konektivitas 5G tanpa harus masuk ke kelas harga tinggi.
Buat yang mengejar tenaga dan baterai
Vivo iQOO Z10 5G lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan performa gaming dan daya tahan baterai. Ponsel ini memakai Snapdragon 7S Gen 3, mencatat skor AnTuTu sekitar 823.000 poin, dan dibekali baterai 7.300 mAh dengan pengisian cepat 90 watt.
Kombinasi seperti itu masih jarang ditemukan di kelas harga Rp4 jutaan. Karena itu, iQOO Z10 5G jadi salah satu opsi yang menonjol untuk pengguna yang ingin tenaga besar tanpa sering mencari colokan.
Menawarkan keseimbangan untuk pemakaian harian
Motorola Edge 60 Fusion 5G hadir dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Perangkat ini menggunakan Dimensity 7400 dan didukung pengisian cepat 68 watt untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Motorola tidak sekadar mengejar angka performa. Model ini lebih pas untuk pengguna yang ingin ponsel tetap kencang, tetapi juga nyaman dipakai dalam rutinitas harian.
Kamera ikut jadi daya tarik
Redmi Note 15 5G membawa nilai tambah di sektor kamera. Ponsel ini memakai Snapdragon 6 Gen 3 dan membawa kamera utama 108 MP berbasis sensor Samsung ISOCELL HM9.
Bagi pengguna yang suka memotret atau membuat konten, kombinasi itu memberi daya tarik tersendiri. RAM 12 GB juga membantu saat berpindah aplikasi atau memproses konten dengan lebih cepat.
Performa besar untuk kreator dan gamer
Infinix GT 30 Pro tampil sebagai salah satu kandidat paling kuat untuk pencari rasa flagship di harga midrange. Ponsel ini ditenagai Dimensity 8350 Ultimate dan mampu mencetak skor AnTuTu hingga 1,4 juta poin.
Varian 12 GB RAM dan 512 GB penyimpanan dibanderol sekitar Rp4,4 jutaan. Kapasitas tersebut memberi ruang yang luas bagi pengguna yang membutuhkan performa tinggi sekaligus storage lega.
Di atasnya, Poco X7 Pro 5G membawa tenaga paling ekstrem di daftar ini. Perangkat tersebut memakai Dimensity 8400 Ultra, memori UFS 4.0, dan menembus skor AnTuTu hingga 1,7 juta poin.
Poco X7 Pro 5G juga dibekali baterai 6.000 mAh dan pengisian daya 90 watt. Dengan harga di kisaran Rp5 jutaan, model ini menjadi opsi paling kuat bagi pengguna yang mengejar tenaga maksimal di kelas harga yang masih rasional.
Jika dilihat dari karakter masing-masing, Redmi Note 14 5G dan Oppo Reno 12 F 5G cocok untuk pencari value. iQOO Z10 5G unggul di baterai dan gaming, Motorola Edge 60 Fusion 5G menonjol di keseimbangan, Redmi Note 15 5G menarik untuk kamera, Infinix GT 30 Pro agresif di performa dan storage, sedangkan Poco X7 Pro 5G paling kuat untuk tenaga puncak.
Pilihan akhirnya tetap bergantung pada kebutuhan utama pengguna. Ada yang lebih butuh kamera 108 MP, ada yang mencari baterai jumbo, dan ada juga yang mengejar chipset paling kencang untuk gaming maupun rendering. Yang jelas, RAM 12 GB kini sudah menjadi standar baru kenyamanan di banyak ponsel kelas menengah.
