Pertahanan udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh 18 dari 41 rudal Rusia yang diluncurkan ke arah ibu kota. Namun, gelombang serangan semalam itu tetap menewaskan sedikitnya delapan orang di Kyiv, Kharkiv, Zaporizhzhia, dan Sumy.
Serangan tersebut juga melibatkan 125 drone serta beberapa jenis rudal, termasuk Iskander dan rudal hipersonik Zircon. Dampaknya menjalar ke bangunan permukiman, fasilitas sipil, pusat logistik, hingga terminal pos.
Korban Tersebar di Empat Wilayah
Korban jiwa terbesar dilaporkan berada di Kharkiv, setelah sebuah terminal pos di pinggiran kota terkena serangan. Kepala wilayah Kharkiv Oleh Syniehubov menyatakan empat pria berusia 24 hingga 62 tahun meninggal, sementara sejumlah korban luka dalam kondisi serius.
| Wilayah | Korban tewas | Dampak yang dilaporkan |
|---|---|---|
| Kharkiv | 4 orang | Terminal pos di pinggiran kota terkena serangan |
| Kyiv | 1 orang | Bangunan dan fasilitas sipil rusak |
| Zaporizhzhia | 2 orang | Korban jiwa dilaporkan di wilayah selatan |
| Sumy | 1 orang | Korban jiwa dilaporkan di wilayah timur laut |
Di Kyiv, seorang perempuan lanjut usia dilaporkan meninggal akibat serangan. Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko mengatakan bangunan permukiman dan nonpermukiman terdampak, termasuk supermarket serta asrama.
Dua gudang di ibu kota masih terbakar ketika petugas melakukan pemadaman. Kementerian Situasi Darurat Ukraina juga menyebut sebuah pusat logistik di distrik Bucha, dekat Kyiv, terkena serangan dan menyebabkan dua orang terluka.
Kebutuhan Pencegat Rudal Meningkat
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan ke Kyiv sebagai salah satu serangan rudal balistik terbesar sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada 2022. Ia menilai perlindungan terhadap ancaman balistik menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi negaranya.
Dalam pesannya di Telegram, Zelenskyy mengatakan Rusia menggunakan sekitar 1.450 drone serang, lebih dari 1.640 bom berpemandu, dan 99 rudal berbagai jenis terhadap Ukraina selama sepekan terakhir. “Perlindungan terhadap rudal balistik adalah prioritas utama kami saat ini,” kata Zelenskyy.
Ia menambahkan bahwa pencegat rudal diperlukan setiap hari untuk menghadapi tekanan udara tersebut. Militer Ukraina menyatakan sebagian ancaman berhasil dihentikan, tetapi kerusakan tetap terjadi di sejumlah lokasi.
Serangan Balasan ke Sektor Energi Rusia
Di tengah serangan udara Rusia, Ukraina juga meningkatkan operasi drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia. Kyiv menyatakan fasilitas minyak dan gas merupakan target sah karena ekspor bahan bakar fosil dinilai penting bagi pembiayaan invasi Rusia.
Zelenskyy mengatakan unit dinas keamanan SBU menyerang tiga depot minyak di wilayah Stavropol secara bersamaan. Angkatan bersenjata Ukraina juga menyerang satu fasilitas sektor bahan bakar lain di wilayah yang sama.
Gubernur Stavropol menyatakan serangan drone itu memicu kebakaran di kawasan industri. Ukraina sebelumnya mengklaim hampir 43% kapasitas pengolahan minyak Rusia telah dinonaktifkan oleh serangan terhadap infrastruktur energi, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Di Laut Hitam, Ukraina menyatakan telah menyerang tiga kapal tanker minyak Rusia yang disebut bagian dari “shadow fleet”. Angkatan laut Ukraina juga melaporkan lima orang tewas setelah kapal kargo sipil milik Turki yang membawa gandum dihantam rudal Rusia.
Caspian Pipeline Consortium menyebut terminalnya yang mengangkut minyak Kazakhstan menuju pelabuhan Novorossiysk turut terdampak serangan. Dua kapal tanker mengalami kerusakan sehingga pemuatan minyak dihentikan, tanpa laporan korban luka maupun tumpahan minyak.
Source: www.liputan6.com






