Sebanyak 228.016 calon murid dinyatakan lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMAN dan SMKN di Jawa Tengah. Mereka kini harus menuntaskan daftar ulang di sekolah tujuan masing-masing sebelum tenggat berakhir.
Batas akhir daftar ulang ditetapkan pada 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. Dinas Pendidikan Jawa Tengah menegaskan, calon murid yang tidak melakukan daftar ulang akan dinyatakan gugur, dan kursinya dialihkan kepada calon cadangan sesuai urutan peringkat berikutnya.
Jadwal cadangan sudah disiapkan
Bagi peserta yang tidak lolos daftar ulang, tahapan berikutnya sudah disusun. Pengumuman calon cadangan dijadwalkan pada 26 Juni 2026, kemudian daftar ulang calon cadangan berlangsung pada 29-30 Juni 2026.
Sunarto selaku Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Tengah meminta calon murid yang sudah lolos tidak menunda proses tersebut. Ia menekankan bahwa kesempatan yang ada sebaiknya dimanfaatkan maksimal agar kelulusan seleksi tidak hilang karena terlambat daftar ulang.
Jumlah pendaftar mencapai 293.331 orang
Disdikbud Jateng mencatat total pendaftar SPMB tahun ini mencapai 293.331 calon murid. Dari jumlah itu, 228.016 calon murid berhasil masuk ke SMAN dan SMKN di Jawa Tengah setelah proses seleksi selesai.
Rinciannya terdiri atas 120.417 calon murid yang diterima di SMA negeri dan 107.599 calon murid yang lolos ke SMK negeri. Data ini menunjukkan bahwa seleksi berjalan ketat sejak tahap pendaftaran hingga pengumuman hasil.
Seluruh tahapan dinilai berjalan sesuai jadwal
Sunarto menyebut tahapan SPMB berjalan sesuai rencana, mulai dari penyusunan regulasi, publikasi kepada masyarakat, ajuan akun, verifikasi berkas, aktivasi akun, pendaftaran, hingga pengumuman hasil seleksi. Menurutnya, pengolahan data juga berlangsung baik dan sistem kini dipakai untuk melayani proses daftar ulang calon murid yang diterima.
Pengumuman hasil seleksi telah dibuka melalui laman resmi SPMB Jateng pada 21 Juni pukul 19.00 WIB. Dengan demikian, calon murid yang dinyatakan lolos dapat segera memastikan langkah berikutnya tanpa menunggu terlalu lama.
Respons orang tua yang mengikuti proses
Proses penerimaan juga mendapat tanggapan positif dari keluarga peserta. Pompy Saiful Rizal, wali salah satu calon murid yang diterima di SMAN 1 Semarang melalui jalur prestasi, menilai alurnya akuntabel, transparan, dan mudah diikuti.
Menurutnya, orang tua cukup memantau perkembangan karena prosesnya jelas dan tidak berbelit. Ia menilai sistem penerimaan memberi kemudahan bagi keluarga untuk mengikuti setiap tahap tanpa kebingungan.
Source: regional.kompas.com






