Nama BlackBerry masih hidup, tetapi bukan lagi lewat ponsel berkibor yang dulu begitu identik dengannya. Kini, kekuatan utamanya justru berada di balik layar melalui QNX, software yang menjadi fondasi bagi 275 juta mobil dan juga dipakai di berbagai perangkat medis.
Perubahan arah itu membuat BlackBerry tetap relevan di tengah pasar yang sudah lama meninggalkan ponsel fisik. Saat industri bergerak ke perangkat full-display, perusahaan ini bertahan dengan membangun teknologi yang tidak terlihat pengguna, tetapi memegang peran penting di dalam sistem.
Software yang bekerja di balik mobil modern
Di sektor otomotif, QNX menjadi dasar bagi berbagai fitur keselamatan dan bantuan berkendara. Teknologi ini mendukung peringatan tabrakan, notifikasi titik buta, kontrol jelajah adaptif, deteksi pejalan kaki, hingga pengarahan jalur saat kendaraan mendekati area berbahaya.
John Wall, yang pernah memimpin BlackBerry dan kini menjadi presiden QNX, menggambarkan peran software itu seperti pondasi bangunan. Menurut dia, fitur-fitur yang terlihat di atasnya tidak akan berjalan tanpa dasar yang kuat, meski nama QNX sendiri tidak tampak oleh pengguna mobil.
Dari ponsel ke perangkat medis
Jangkauan QNX ternyata tidak berhenti di industri otomotif. Software ini juga tertanam di robot bedah dan puluhan perangkat medis di rumah sakit, memperluas peran BlackBerry jauh dari citra lamanya sebagai produsen ponsel.
Keberadaan di sektor kesehatan ikut menjaga bisnis perusahaan saat nama besarnya sempat meredup. Setengah dari pendapatan BlackBerry disebut berasal dari unit bisnis tersebut, sehingga software menjadi penopang utama perusahaan.
Perjalanan panjang QNX
QNX punya sejarah yang lebih panjang daripada era BlackBerry sebagai produsen ponsel. Perusahaan ini berdiri sejak 1980 dan sejak awal memang fokus membangun software, bukan perangkat komunikasi.
Saat banyak insinyur pindah ke perusahaan induk untuk mengembangkan sistem operasi seluler, Wall memilih bertahan di QNX. Ia dan timnya terus mengembangkan software untuk mobil pada masa ketika perhatian publik terhadap bidang itu masih kecil.
Nama lama, bentuk baru
BlackBerry akhirnya berubah wajah, tetapi tidak benar-benar hilang dari industri teknologi. Perusahaan itu tidak lagi memproduksi smartphone, namun tetap aktif lewat software yang tertanam di kendaraan dan perangkat lain.
Di mata Wall, ia masih bekerja di perusahaan yang sama meski kini berada di unit yang berbeda. Fakta itu merangkum perjalanan BlackBerry: dari merek ponsel ikonik menjadi penyedia software yang diam-diam menopang mobil modern dan perangkat medis.
Source: www.cnbcindonesia.com






