Karim Benzema meninggalkan Real Madrid dengan warisan yang sulit ditandingi. Penyerang asal Prancis itu membukukan 354 gol dari 648 penampilan di semua kompetisi dan menjadi pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah klub.
Catatan tersebut hanya berada di bawah Cristiano Ronaldo, sosok yang pernah menjadi rekan Benzema dalam proyek Galacticos jilid kedua. Setelah 14 musim di Santiago Bernabeu, Benzema menutup masa baktinya sebagai kapten sekaligus tumpuan utama lini serang Madrid.
Rekor yang Mengubah Perannya di Madrid
Benzema datang ke Madrid pada musim panas 2009 ketika klub juga mendatangkan Ronaldo dan Kaka. Masa awalnya berlangsung naik turun karena ia harus beradaptasi dengan tuntutan besar di lini depan.
Namun, Benzema kemudian menunjukkan nilai lebih sebagai penyerang yang mampu mencetak gol, membuka ruang, dan menghubungkan alur serangan. Kemampuannya membaca permainan membuat perannya semakin penting saat bermain bersama Ronaldo maupun setelah era tersebut berakhir.
Media Indonesia mencatat Benzema mengoleksi lima gelar Liga Champions dan empat trofi La Liga selama membela Real Madrid. Nomor punggung 9 lalu menjadi identitas terkuatnya, setelah sempat menggunakan nomor 11 pada awal karier di klub tersebut.
| Periode | Klub | Negara |
|---|---|---|
| 2004–2009 | Olympique Lyon | Prancis |
| 2009–2023 | Real Madrid | Spanyol |
| 2023–Sekarang | Al-Ittihad | Arab Saudi |
Puncak Karier pada 2022
Puncak pencapaian individu Benzema datang pada 2022 melalui Ballon d’Or. Penghargaan itu mengikuti musim 2021/22 ketika ia membantu Real Madrid memenangi La Liga dan Liga Champions.
Pada periode yang sama, Benzema juga meraih penghargaan Pemain Terbaik UEFA. Prestasi tersebut mempertegas perubahan posisinya dari pendamping di lini depan menjadi pemimpin permainan Madrid.
Penggemar Real Madrid mengenalnya melalui julukan “Big Benz” dan “King Karim”. Julukan itu mencerminkan statusnya setelah bertahun-tahun menjadi bagian penting dari keberhasilan klub di kompetisi domestik dan Eropa.
Tantangan Baru di Arab Saudi
Pada 2023, Benzema meninggalkan Real Madrid dan bergabung dengan Al-Ittihad sebagai pemain bebas transfer. Kepindahan itu berlangsung di tengah gelombang kedatangan sejumlah bintang sepak bola dunia ke Liga Pro Arab Saudi.
Benzema menyatakan ingin mencari tantangan baru di negara Muslim sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan sepak bola Arab Saudi. Keputusan tersebut mengakhiri periode panjangnya di Eropa tanpa mengurangi posisinya sebagai salah satu penyerang tersukses pada generasinya.
Awal Perjalanan dan Catatan Timnas
Sebelum menjadi legenda Madrid, Benzema tumbuh di akademi Olympique Lyon sejak berusia sembilan tahun. Lahir di Lyon dari keluarga keturunan Aljazair, ia menjadi bagian dari generasi Lyon yang mendominasi Ligue 1.
Musim 2007/08 menjadi salah satu penanda ketajamannya karena ia menjadi pencetak gol terbanyak liga dan meraih penghargaan Pemain Terbaik Ligue 1. Bersama Lyon, Benzema memenangi empat gelar Ligue 1 sebelum pindah ke Spanyol.
Kariernya bersama Timnas Prancis juga sempat terhenti cukup lama akibat masalah internal. Ia kembali untuk Euro 2020 dan membantu Prancis menjuarai UEFA Nations League 2021.
Benzema tidak masuk skuad Prancis saat negara itu menjuarai Piala Dunia 2018. Ia juga absen karena cedera menjelang Piala Dunia 2022 dimulai.
