42 Juta Unduhan Untuk ExplorerPatcher, Cara Cepat Membuat Windows 11 Terasa Familiar Kembali

Author: Redaksi Android62

ExplorerPatcher mencatat lebih dari 42 juta unduhan, angka yang menunjukkan besarnya minat pengguna Windows 11 untuk mengembalikan nuansa lama yang sudah akrab. Aplikasi gratis dan open-source ini dipilih karena mampu membuat beberapa bagian sistem terasa seperti Windows 10 tanpa perlu mengubah sistem secara drastis.

Di GitHub, ExplorerPatcher juga mengumpulkan 32.200 bintang, yang menandakan perhatian besar dari komunitas pengguna. Popularitas itu lahir dari kebutuhan yang cukup sederhana, yaitu membuat Windows 11 terasa lebih familier dan lebih fleksibel diatur bagi pengguna yang belum sepenuhnya cocok dengan arah antarmuka baru Microsoft.

Mengapa ExplorerPatcher dicari banyak pengguna

ExplorerPatcher tidak sekadar meniru tampilan lawas, tetapi memanfaatkan komponen shell Windows yang masih bisa digunakan. Pendekatan ini membuat hasilnya terasa lebih dekat dengan pengalaman asli Windows lama, bukan hanya sekadar perubahan visual di permukaan.

Banyak pengguna memilihnya karena prosesnya cepat dan tidak rumit. File unduhannya kecil, pemasangannya singkat, lalu menu pengaturan bisa langsung dibuka untuk melakukan penyesuaian yang dibutuhkan.

Dibandingkan aplikasi kustomisasi lain seperti Windhawk, WinAero, Start11, dan StartAllBack, ExplorerPatcher dianggap menarik karena fokusnya sederhana. Perubahan yang diberikan terasa langsung, ringan, dan cocok untuk pengguna yang ingin hasil instan tanpa banyak langkah teknis.

Pengaturan yang paling sering dipakai

Tampilan pengaturan ExplorerPatcher disusun dalam beberapa bagian utama seperti Taskbar, File Explorer, Start menu, dan System Tray. Susunan ini membantu pengguna memilih area yang ingin diubah tanpa harus masuk ke konfigurasi yang terlalu teknis.

Salah satu fitur yang paling banyak dicari adalah pengembalian taskbar Windows 11 ke gaya Windows 10. Pengguna bisa melihat ikon tray yang terpisah, kalender, serta tombol Quick Action yang terasa lebih akrab bagi mereka yang sudah lama memakai Windows versi sebelumnya.

Aplikasi ini juga mendukung tampilan label penuh untuk aplikasi yang sedang terbuka. Bagi sebagian pengguna, fitur ini lebih praktis daripada perilaku gabungan pada taskbar Windows 11, terutama saat banyak jendela dipakai bersamaan.

File Explorer dan Start menu ikut disesuaikan

Di bagian File Explorer, ExplorerPatcher dapat mengembalikan menu konteks ala Windows 10. Ada juga opsi untuk memunculkan ribbon pengaturan di bagian atas, sehingga pengguna yang terbiasa dengan pola kerja lama bisa bekerja dengan alur yang lebih familiar.

Start menu pun bisa diubah agar kembali menyerupai Windows 10. Fitur ini menjadi salah satu alasan utama aplikasi tersebut menarik perhatian, terutama bagi pengguna yang merasa desain baru Windows 11 kurang nyaman dipakai sehari-hari.

ExplorerPatcher juga menyediakan preset siap pakai seperti “Classic Windows 10”. Opsi ini memberi jalan pintas bagi pengguna yang ingin hasil cepat tanpa harus mengatur setiap bagian satu per satu.

Lebih dari sekadar tampilan klasik

Fungsi ExplorerPatcher tidak berhenti pada perubahan visual. Aplikasi ini juga menawarkan dukungan taskbar multi-display yang lebih baik serta menu Win+X yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan.

Konfigurasi yang dibuat sendiri bisa disimpan dan dibagikan. Fleksibilitas ini membuat ExplorerPatcher tetap berguna baik untuk pengguna pemula maupun bagi mereka yang ingin mengatur Windows dengan lebih rinci.

Sumber referensi juga menyebutkan masih ada banyak pengaturan lain yang belum dijajal secara penuh. Artinya, ExplorerPatcher dapat dipakai hanya untuk satu perubahan kecil, atau dipakai lebih luas untuk menyusun ulang pengalaman Windows 11 secara menyeluruh.

Kenapa sebagian pengguna masih ragu

Meski jumlah unduhannya sangat besar, ExplorerPatcher belum sepopuler beberapa aplikasi sejenis. Salah satu penyebabnya adalah Windows kadang menandainya sebagai ancaman karena cara kerjanya yang melakukan injeksi kode ke Windows shell.

Peringatan seperti itu bisa membuat pengguna berhati-hati sebelum mencoba. Namun, referensi menjelaskan bahwa ExplorerPatcher bukan malware, dan karena proyek ini bersifat open-source, kode di GitHub bisa diperiksa langsung untuk menilai cara kerjanya.

Ada pula catatan bahwa ExplorerPatcher kadang bisa terganggu sementara setelah pembaruan besar Windows. Microsoft sendiri pernah memperingatkan bahwa aplikasi semacam ini sebaiknya dinonaktifkan sebelum proses pembaruan dijalankan.

Meski begitu, angka 42 juta unduhan menunjukkan banyak pengguna tetap menganggap ExplorerPatcher layak dipakai. Bagi mereka yang ingin Windows 11 terasa lebih akrab, aplikasi ini menjadi salah satu cara paling cepat untuk membawa kembali nuansa Windows lama ke dalam sistem yang baru.

Berita Terbaru