Kesiapan layanan haji di Jawa Barat mulai dikebut dengan fokus pada dua titik keberangkatan utama, yaitu Embarkasi Jakarta-Bekasi dan Embarkasi Kertajati di Indramayu. Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa panitia penyelenggara harus benar-benar siap agar jamaah mendapat layanan yang tertib sejak tiba di asrama hingga berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jabar Boy Hary Novian menilai pelantikan petugas menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh alur pelayanan berjalan tanpa hambatan. Menurut dia, pelayanan haji tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus disusun secara terpadu agar jamaah memperoleh kenyamanan, ketertiban, serta pendampingan yang memadai.
Petugas dibagi rata di dua embarkasi
Jumlah panitia inti yang disiapkan mencapai 46 orang. Komposisi ini dibagi seimbang, masing-masing 23 petugas untuk Embarkasi Kertajati dan 23 petugas untuk Embarkasi Jakarta-Bekasi.
Pembagian itu disusun untuk menjaga ritme layanan di dua simpul utama keberangkatan jamaah asal Jawa Barat. Kehadiran petugas dari berbagai unsur juga memperkuat sistem kerja di lapangan, karena pelaksanaan haji melibatkan banyak tahapan yang saling berkaitan.
Lintas sektor ikut terlibat
Selain unsur internal kementerian, layanan haji juga didukung oleh berbagai instansi lain. Unsur Bea Cukai, Imigrasi, Kesehatan, TNI, dan Polri ikut disiapkan dalam ekosistem pelayanan agar proses keberangkatan berlangsung aman dan lancar.
Keterlibatan lintas sektor ini menjadi penting karena jamaah akan melewati sejumlah pemeriksaan dan layanan administrasi sebelum diberangkatkan. Dengan koordinasi yang rapi, setiap tahap diharapkan bisa berjalan lebih efisien dan tidak menimbulkan penumpukan layanan.
Meal test diarahkan untuk jamaah lansia
Di luar kesiapan petugas, Kemenhaj Jabar juga menaruh perhatian pada layanan konsumsi. Salah satu langkah yang dilakukan adalah uji coba makanan atau meal test bersama maskapai penerbangan untuk memastikan menu yang disajikan sesuai kebutuhan jamaah.
Boy menyebut pilihan menu perlu ramah bagi jamaah lanjut usia dan cocok dengan selera masyarakat Indonesia. Sejumlah makanan yang disiapkan antara lain ayam kecap, pepes ikan, dan rendang sapi, sehingga konsumsi yang diberikan lebih mudah diterima oleh calon haji asal Jawa Barat.
Kesiapan Kertajati terus dipacu
Embarkasi Kertajati juga terus dipersiapkan sejak akhir Maret. Penataan fasilitas mencakup kamar, aula, dan sarana pendukung lain agar kebutuhan layanan asrama bisa terpenuhi saat jamaah mulai datang.
Berikut ringkasan data kesiapan yang disampaikan Kemenhaj Jabar:
- Total panitia inti: 46 orang
- Petugas Embarkasi Kertajati: 23 orang
- Petugas Embarkasi Jakarta-Bekasi: 23 orang
- Calon haji asal Jawa Barat: 29.643 orang
- Visa calon haji Jabar: seluruhnya telah selesai diproses
- Kesiapan fasilitas Kertajati: sejak akhir Maret
- Jadwal mulai menerima jamaah: 21 Mei
Jumlah calon haji asal Jawa Barat yang mencapai 29.643 orang membuat kesiapan embarkasi menjadi perhatian utama. Seluruh visa sudah selesai diproses, sehingga fokus berikutnya berada pada koordinasi antarlembaga dan kesiapan layanan di lapangan.
Dengan petugas yang disiapkan merata, fasilitas yang ditata, dan konsumsi yang diuji lebih dulu, dua embarkasi itu diharapkan mampu menjaga kelancaran layanan sejak jamaah masuk asrama sampai proses pemberangkatan dimulai. Pada tahap ini, Embarkasi Kertajati dan Embarkasi Jakarta-Bekasi menjadi pusat layanan awal yang menentukan tertibnya penyelenggaraan haji dari Jawa Barat.
Source: jabar.antaranews.com