4R Pemulihan Setelah Olahraga yang Dipakai Atlet Elite, Ini Kuncinya Agar Cepat Prima

Author: Redaksi Android62

Satu jam pertama setelah olahraga menjadi masa paling menentukan bagi pemulihan tubuh. Pada fase ini, energi yang habis dipakai bisa diisi kembali, sementara otot mulai memperbaiki diri agar tubuh siap beraktivitas lagi.

Karena itu, pemulihan tidak boleh dipandang sebagai pelengkap latihan. Dr. Krissy Ladner, Director of Sports Performance and Nutrition Education Herbalife, menilai pemulihan memiliki bobot yang sama pentingnya dengan persiapan sebelum latihan.

Empat langkah yang sering dipakai atlet elit

Untuk memudahkan penerapan, Dr. Ladner menggunakan konsep 4R yang terdiri dari Replenish, Repair, Reinforce, dan Rehydrate. Keempatnya saling melengkapi agar tubuh pulih lebih efisien setelah aktivitas fisik berat.

Replenish berfokus pada pengisian ulang energi, Repair mendukung perbaikan otot, Reinforce membantu tubuh lewat nutrisi pelindung, dan Rehydrate mengganti cairan serta elektrolit yang hilang saat berkeringat.

Langkah Fokus Utama Contoh Asupan
Replenish Mengisi ulang energi Nasi, roti gandum, buah, smoothie dengan oat
Repair Memperbaiki jaringan otot Karbohidrat dan protein, smoothie pemulihan
Reinforce Menopang tubuh dengan nutrisi pelindung Buah, sayuran berwarna, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian utuh, minyak zaitun
Rehydrate Mengganti cairan dan elektrolit Air putih atau minuman dengan elektrolit

Replenish dan Repair, inti pemulihan yang paling cepat terasa

Saat latihan intensitas tinggi, tubuh mengandalkan glikogen otot sebagai bahan bakar utama. Ketika cadangan itu menurun, tubuh perlu karbohidrat untuk mengembalikan energi yang sudah terpakai.

Dr. Ladner memberi gambaran sederhana bahwa jika seseorang saat latihan sudah sulit berbicara karena napas terengah-engah, besar kemungkinan cadangan karbohidrat tubuh telah banyak terkuras. Dalam kondisi seperti itu, asupan dari nasi, roti gandum, buah-buahan, atau smoothie dengan oat dapat membantu tubuh kembali siap.

Setelah itu, peran protein menjadi penting karena jaringan otot biasanya mengalami kerusakan kecil akibat beban fisik. Dr. Ladner menyarankan kombinasi karbohidrat dan protein setelah latihan agar pemulihan berjalan optimal.

Ia menyebut rasio 3:1 antara karbohidrat dan protein sebagai pola yang kerap dipakai atlet elit. Perbandingan itu setara dengan sekitar 60 hingga 120 gram karbohidrat dan 20 hingga 40 gram protein.

Nutrisi pelindung dan hidrasi tidak kalah penting

Pemulihan juga membutuhkan dukungan dari makanan bergizi yang kaya antioksidan dan bersifat antiinflamasi. Pilihan yang disarankan mencakup buah-buahan, sayuran berwarna, kacang-kacangan, ikan, biji-bijian utuh, dan minyak zaitun.

Dr. Ladner juga menyinggung jus ceri asam atau tart cherry serta kunyit yang mengandung kurkumin. Keduanya disebut memiliki bukti ilmiah yang dapat membantu mengurangi nyeri otot setelah latihan berat, meski manfaatnya tetap lebih terasa bila menjadi bagian dari pola makan sehat yang rutin.

Di sisi lain, tubuh tidak hanya kehilangan air saat berkeringat, tetapi juga elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium. Karena itu, rehidrasi tidak cukup hanya dengan minum air putih, terutama setelah sesi latihan berat yang membuat banyak keringat keluar.

Untuk latihan ringan, air putih biasanya sudah memadai. Namun, setelah latihan yang berat, tambahan elektrolit membantu menjaga keseimbangan cairan tetap stabil.

Istirahat melengkapi proses pemulihan

Di luar nutrisi, tubuh tetap memerlukan istirahat yang cukup agar proses pemulihan berlangsung lengkap. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon pertumbuhan yang membantu memperbaiki jaringan otot dan menekan risiko cedera.

Karena itu, makanan dan minuman saja tidak cukup bila waktu tidur kurang. Pemulihan yang baik tetap membutuhkan kombinasi asupan yang tepat, hidrasi yang sesuai, dan istirahat yang memadai.

Prinsip 4R ini tidak hanya berlaku bagi atlet profesional. Pelari, pesepeda, pengunjung gym, hingga peserta kelas olahraga juga bisa menerapkannya sesuai kebutuhan tubuh dan intensitas latihan masing-masing.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru