5 Dampak Main HP Sebelum Tidur, Kurang Istirahat Bisa Mengarah ke Penyakit Kronis

Author: Redaksi Android62

Kebiasaan memainkan HP sebelum tidur dapat memangkas waktu istirahat dan menurunkan kualitas tidur secara berulang. Jika kurang tidur terus terjadi, risikonya tidak hanya berupa kantuk pada pagi hari, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah penyakit kronis.

Centers for Disease Control and Prevention mengaitkan kurang tidur berkelanjutan dengan obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serta penurunan daya tahan tubuh. Risiko ini muncul ketika tubuh tidak memperoleh waktu optimal untuk memperbaiki sel dan mengatur fungsi metabolisme.

Penggunaan HP di tempat tidur sering dilakukan untuk melihat media sosial, membalas pesan, atau menonton video. Aktivitas tersebut dapat membuat otak tetap aktif ketika tubuh seharusnya mulai bersiap untuk beristirahat.

Dampak Keluhan atau Risiko Utama
Gangguan tidur Sulit terlelap, sering terbangun, kualitas tidur menurun
Kelelahan mata digital Mata kering, perih, kabur, sakit kepala
Gangguan mental Stres, kecemasan, suasana hati terpengaruh
Risiko jangka panjang Obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit jantung
Kelelahan pagi hari Mengantuk, sulit fokus, mudah lupa, produktivitas menurun

1. Gangguan Tidur dan Insomnia

Paparan cahaya biru dari layar HP dapat menekan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Produksi melatonin yang tertunda membuat waktu untuk terlelap menjadi lebih panjang dan dapat mengganggu ritme sirkadian.

Penelitian dalam Proceedings of the National Academy of Sciences yang dikaitkan dengan peneliti tidur Harvard Medical School, Dr. Anne-Marie Chang, menyebut cahaya biru perangkat elektronik sebelum tidur dapat menunda melatonin. Kebiasaan ini dapat membuat seseorang lebih sulit tidur, lebih sering terbangun, dan berisiko mengalami insomnia bila berlangsung terus-menerus.

2. Masalah Kesehatan Mata

Menatap layar dalam durasi panjang pada malam hari dapat memicu kelelahan mata digital. American Academy of Ophthalmology mencatat keluhan yang dapat muncul berupa mata kering, perih, penglihatan kabur, sakit kepala, dan rasa lelah pada mata.

Ketika fokus pada layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Kondisi tersebut membuat air mata lebih cepat menguap sehingga permukaan mata lebih mudah kering dan terasa tidak nyaman.

3. Gangguan Kesehatan Mental

Penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur dapat meningkatkan kewaspadaan otak. Sleep Foundation menyebut kondisi ini dapat menyulitkan seseorang memperoleh tidur yang baik.

Risiko dapat bertambah saat HP digunakan untuk mengakses media sosial dalam waktu lama. Informasi yang berlebihan, kebiasaan membandingkan diri, dan notifikasi yang terus muncul dapat menghambat relaksasi serta berpotensi memengaruhi stres, kecemasan, dan suasana hati.

4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jangka Panjang

Hubungan antara penggunaan HP dan risiko penyakit jangka panjang terutama berkaitan dengan pola kurang tidur yang berulang. Tidur yang tidak cukup dapat mengganggu proses pemulihan tubuh dan pengaturan fungsi metabolisme.

Obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung termasuk risiko yang dikaitkan dengan kurang tidur berkelanjutan. Karena itu, gangguan waktu tidur akibat layar perlu diperhatikan sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

5. Tubuh Lebih Mudah Lelah Keesokan Harinya

Tidur yang terlambat atau tidak berkualitas dapat langsung terasa saat pagi hari. Seseorang dapat bangun dalam keadaan mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan mengalami penurunan produktivitas.

Kurang tidur juga dapat memengaruhi suasana hati sehingga emosi lebih sulit dikendalikan. Membatasi penggunaan HP menjelang tidur memberi ruang bagi tubuh untuk beristirahat serta membantu menjaga konsentrasi dan kondisi fisik pada hari berikutnya.

Berita Terbaru