QRIS ke Arab Saudi Mulai Dibahas, Jemaah Belum Bisa Tinggalkan Uang Tunai

Author: Redaksi Android62

Warga Indonesia yang bertransaksi di Arab Saudi belum dapat menggunakan QRIS untuk berbelanja. Bank Indonesia masih membahas konektivitas pembayaran lintas negara dengan otoritas dan industri terkait di negara tersebut.

Prospek layanan ini penting karena dapat memberi pilihan pembayaran digital bagi masyarakat Indonesia selama berada di Arab Saudi. Namun, pembahasan yang berjalan belum disertai tanggal peluncuran maupun rincian merchant yang akan menerima QRIS.

Nilai Transaksi Lintas Negara Terus Bertumbuh

Ekspansi ke Arab Saudi muncul ketika penggunaan QRIS Lintas Negara menunjukkan peningkatan nilai transaksi. Pada triwulan II 2026, nilai bersih transaksi masuk dari jaringan ini mencapai Rp1,52 triliun.

Nilai tersebut berasal dari transaksi masuk senilai Rp1,85 triliun, sementara transaksi keluar tercatat Rp330 miliar. Angka transaksi masuk yang lebih tinggi mencerminkan penggunaan QRIS oleh wisatawan mancanegara ketika berbelanja di Indonesia.

Komponen Transaksi QRIS Antarnegara Nilai Triwulan II 2026
Transaksi masuk Rp1,85 triliun
Transaksi keluar Rp330 miliar
Nilai bersih transaksi masuk Rp1,52 triliun

Pertumbuhan konektivitas pembayaran dinilai mendukung aktivitas ekonomi, khususnya pariwisata dan UMKM. Sistem pembayaran berbasis kode QR juga makin digunakan untuk transaksi lintas batas di negara-negara yang telah terhubung.

Arab Saudi Masih Menunggu Kesiapan Bersama

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyatakan diskusi dengan India terus dilanjutkan, sedangkan pembahasan mendalam dengan Arab Saudi dan Hong Kong telah dimulai. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI pada Rabu, 22 Juli 2026.

“Kita saat ini terus melanjutkan diskusi dengan India untuk cross-border. Kita juga sudah memulai diskusi secara mendalam dengan Saudi Arabia dan juga Hong Kong,” ujar Filianingsih.

Menurutnya, implementasi pembayaran lintas negara tidak cukup bergantung pada kesepakatan antarinstansi. Regulasi, infrastruktur teknologi, kesiapan industri pembayaran, dan koordinasi otoritas setempat harus dipenuhi sebelum layanan dapat digunakan masyarakat.

Karena itu, rencana ini belum mengubah pilihan pembayaran bagi warga Indonesia di Arab Saudi saat ini. Masyarakat tetap perlu memperhatikan metode transaksi yang sudah tersedia hingga ada pengumuman resmi mengenai penerapan konektivitas tersebut.

Enam Negara Sudah Terhubung

Sebelum menjajaki Arab Saudi, India, dan Hong Kong, QRIS telah terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Jaringan ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan sistem pembayaran digital Indonesia di luar negeri.

Di dalam negeri, volume transaksi QRIS pada triwulan II 2026 tumbuh 100,12% secara tahunan. Kenaikan itu didorong oleh pertambahan jumlah pengguna dan merchant yang menerima pembayaran QR.

Total volume pembayaran digital pada periode yang sama mencapai 16,07 miliar transaksi dengan pertumbuhan nilai 36,88% secara tahunan. Infrastruktur lain yang dikelola BI juga mencatat kenaikan aktivitas transaksi.

Layanan Volume Transaksi Pertumbuhan Tahunan Nilai Transaksi
BI-FAST 1,529 miliar 38,09% Rp3.777 triliun
BI-RTGS 2,63 juta 13,03% Rp53.492 triliun

Pertumbuhan BI-FAST dan BI-RTGS memperlihatkan aktivitas pembayaran digital yang terus meningkat di Indonesia. Adapun perluasan QRIS ke Arab Saudi tetap bergantung pada kesiapan seluruh pihak di kedua negara.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru