Ruam popok dapat membuat bayi rewel, sulit tidur, dan tidak nyaman ketika bergerak. Kondisi ini juga perlu diperhatikan karena iritasi pada kulit dapat membuka peluang masuknya infeksi bakteri maupun jamur.
Dokter Spesialis Anak dr. Damar Prasetya, Sp.A., M.Sc., M.Psi.T., mengingatkan bahwa gangguan pada lapisan pelindung kulit bayi tidak seharusnya dianggap sepele. Perawatan area popok sejak awal menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan anak.
1. Kulit Bayi Lebih Tipis dan Belum Matang
Kulit bayi memiliki lapisan pelindung alami atau skin barrier yang masih berkembang. Kondisi biologis ini membuat kulit bayi belum sematang kulit orang dewasa dalam menghadapi paparan dari lingkungan.
Kajian dalam jurnal Allergy, Asthma & Immunology Research pada 2025 menyebut kulit bayi lebih mudah mengalami iritasi. Risiko tersebut semakin besar pada area popok yang sering terkena kelembapan dan gesekan saat bayi bergerak.
2. Rasa Tidak Nyaman Dapat Mengganggu Aktivitas Bayi
Area kulit yang meradang dapat mengganggu waktu istirahat maupun aktivitas bayi. Ketidaknyamanan yang berlanjut berpotensi membuat bayi lebih rewel dan sulit tidur dengan baik.
Dr. Damar menekankan pentingnya menjaga kondisi lapisan pelindung kulit. “Rusaknya skin barrier dan kondisi ruam popok dapat mengganggu tumbuh kembang anak secara optimal karena kulit yang iritasi berpotensi menjadi sarana masuknya infeksi bakteri maupun jamur.”
3. Kehadiran Orang Tua Menjadi Bagian dari Pencegahan
Pencegahan iritasi memerlukan perhatian dalam rutinitas sehari-hari, terutama ketika mengganti popok. Area sensitif bayi perlu dijaga tetap kering untuk membantu mempertahankan kenyamanan fisiknya.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak KemenPPPA, Rini Handayani, menekankan pengasuhan penuh kasih sejak anak lahir. Menurutnya, anak tidak memerlukan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir.
4. Edukasi Melibatkan Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit
Edukasi perawatan kulit bayi juga diperluas melalui program Gerakan Anti Ruam oleh Baby Happy dari WINGS Care. Suara.com melaporkan program itu melibatkan tenaga kesehatan di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra.
Sejumlah fasilitas kesehatan dilibatkan untuk menyampaikan pemahaman mengenai kesehatan kulit anak. Rincian keterlibatan fasilitas tersebut adalah sebagai berikut.
| Fasilitas Kesehatan | Jumlah Keterlibatan | Wilayah |
|---|---|---|
| Posyandu | 450 | Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra |
| Puskesmas | 180 | Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra |
| Rumah sakit | 20 | Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatra |
Senior Brand Manager Baby Happy, Fransisca Vania Harista, menyatakan perluasan program tersebut ditujukan untuk menjangkau 50.000 ibu dan bayi. Fokusnya adalah meningkatkan pemahaman orang tua bahwa kesehatan kulit anak menjadi salah satu fondasi tumbuh kembang.
5. Pemilihan Popok Turut Menentukan Kondisi Area Sensitif
Pemilihan popok dapat menjadi langkah yang dilakukan di rumah untuk membantu mengurangi paparan kelembapan berlebih. Popok yang sesuai diharapkan dapat menjaga area sensitif bayi tetap kering dan terlindungi.
Dr. Damar menyarankan orang tua memilih popok yang mendukung kenyamanan anak saat beraktivitas. Dalam kampanye tersebut, Baby Happy Soft & Comfort diperkenalkan dengan teknologi Soft Touch, daya serap cepat, dan keterangan telah teruji klinis hipoalergenik.
Edukasi ini juga dikemas dalam Festival Gerakan Anti Ruam 2026 di Jakarta pada 20 Juli 2026. Kegiatannya mencakup parade stroller, baby fun’athlon, aksi ganti popok serentak, jumpa penggemar bersama Kinderflix, serta Laboratorium Anti Ruam.
Source: www.suara.com






