1 dari 3 Remaja Alami Gangguan Mental, Kenali 5 Tanda Depresi yang Menetap

Masalah kesehatan mental pada remaja terjadi dalam skala besar di Indonesia. Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) mencatat sekitar 15,5 juta dari 46 juta remaja, atau satu dari tiga remaja, mengalami gangguan kesehatan mental.

Depresi perlu mendapat perhatian khusus karena 61 persen remaja yang mengalaminya mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dalam satu bulan terakhir. Namun, hanya sekitar 10 persen populasi usia muda yang mencari pertolongan ke dokter.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa perubahan suasana hati tidak selalu dapat dianggap sebagai fase biasa. Perubahan perilaku yang menetap, keluhan tubuh, dan penurunan fungsi sehari-hari perlu dipantau secara menyeluruh.

5 Tanda Depresi yang Perlu Diperhatikan

1. Kehilangan minat pada kegiatan yang sebelumnya disukai

Remaja yang mengalami depresi dapat tidak lagi tertarik melakukan aktivitas yang sebelumnya membuatnya senang. Perubahan ini perlu diperhatikan apabila berlangsung menetap dalam keseharian.

2. Semakin minder dan memiliki rasa rendah diri

Rasa minder yang semakin kuat dapat menjadi salah satu tanda emosional yang muncul pada depresi. Anak dapat tampak menilai dirinya secara negatif atau merasa tidak cukup baik.

3. Merasa tidak berdaya atau tidak berguna

Perasaan tidak berdaya juga dapat menyertai kondisi depresi pada remaja. Orang tua perlu memberi perhatian serius ketika anak sering merasa dirinya tidak berguna.

4. Pola tidur berubah, termasuk insomnia

Gangguan tidur dapat muncul bersamaan dengan perubahan emosi dan perilaku. Anak mungkin mengalami insomnia atau kesulitan tidur yang berlangsung berulang.

5. Energi dan nafsu makan menurun

Kehilangan energi dapat membuat remaja tampak lesu dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Penurunan nafsu makan yang drastis juga termasuk keluhan fisik yang perlu dicermati.

KondisiTanda emosional dan perilakuKeluhan fisik yang dapat muncul
DepresiKehilangan minat, rendah diri, merasa tidak berdaya, merasa tidak bergunaInsomnia, kehilangan energi, nafsu makan menurun drastis
KecemasanTerlalu banyak berpikir, menghindari situasi tertentu, gelisah, meminta penenangan berulangSakit perut, keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, sulit tidur

Keluhan Fisik Juga Dapat Menandai Kecemasan

Selain depresi, gangguan kecemasan pada remaja dapat muncul melalui keluhan yang tampak seperti penyakit fisik. Anak dapat mengalami sakit perut berulang, keringat dingin, jantung berdebar, sakit kepala, dan sulit tidur.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial IDAI, dr Angga Wirahmadi, SpA, Subsp TKPS(K), kecemasan juga dapat terlihat dari perilaku gelisah. Remaja dapat terus bergerak atau berulang kali meminta penenangan dari orang di sekitarnya.

Kelompok yang Lebih Rentan

Dr Angga menyebut depresi lebih rentan ditemukan pada remaja perempuan, kelompok pendidikan menengah, serta mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Kesadaran yang masih rendah dan keterbatasan akses layanan kesehatan mental menjadi tantangan penting.

Gangguan kesehatan mental pada remaja dapat mencakup kecemasan, hiperaktivitas, depresi, gangguan perilaku, hingga stres berat. Sekitar 2 persen anak dan remaja dilaporkan mengalami depresi.

IDAI menganjurkan orang tua membawa anak berkonsultasi ke dokter jika sejumlah gejala depresi atau kecemasan mulai terlihat. Evaluasi diperlukan agar perubahan perilaku dan keluhan fisik tidak dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri.

Berita Terkait