Perbedaan paling terasa antara MacBook Air dan MacBook Neo justru muncul pada pemakaian sehari-hari. Bukan sekadar soal kemampuan menjalankan aplikasi, melainkan kenyamanan saat mengetik, melihat layar, memindahkan file, hingga mengisi daya.
Di atas kertas, MacBook Neo tampil menarik dengan bodi aluminium yang tipis dan chip iPhone yang dinilai cukup mumpuni untuk menjalankan game AAA. Namun, sejumlah fitur yang sudah lama hadir di MacBook Air masih belum dibawa ke perangkat tersebut.
Fast-charging menjadi pembeda paling mencolok
Salah satu kekurangan yang paling mudah dirasakan ada pada pengisian daya. MacBook Neo hanya mendukung pengisian hingga 20W lewat USB-C, sedangkan MacBook Air mendukung fast-charging hingga 70W atau lebih.
Dalam praktiknya, Neo bisa memerlukan sekitar 4 jam untuk penuh dengan charger bawaan. Sebaliknya, MacBook Air dapat mencapai 50 persen dalam 30 menit, sehingga jauh lebih ringkas untuk pengguna yang sering berpindah tempat.
Thunderbolt memberi ruang kerja yang lebih lapang
Untuk urusan konektivitas, MacBook Air juga unggul karena sudah mendukung Thunderbolt. MacBook Neo hanya mengandalkan USB 3 dan USB 2, sehingga fleksibilitasnya lebih terbatas untuk perangkat kerja yang menuntut kecepatan tinggi.
Thunderbolt bukan sekadar nama lain dari USB-C. Teknologi ini menawarkan bandwidth tinggi untuk monitor, SSD, dan perangkat eksternal lain, yang akan terasa saat memindahkan file besar atau mengerjakan editing video.
Layar MacBook Air terasa lebih natural di banyak kondisi
MacBook Air dibekali True Tone, sedangkan MacBook Neo tidak menawarkannya secara resmi. Fitur ini menyesuaikan warna dan intensitas layar dengan cahaya sekitar agar tampilan tetap nyaman dilihat.
Neo memang tetap bisa menyesuaikan layar berdasarkan cahaya sekitar, dan Apple mengakui adanya sensor di dekat kamera. Meski begitu, sebagian pengguna menilai penyesuaiannya terasa terlalu agresif dan tidak sehalus implementasi di MacBook Air.
Trackpad Force Touch masih jadi keunggulan yang sulit digantikan
MacBook Air masih membawa Trackpad Force Touch, teknologi yang sudah hadir sejak 2015 dan memakai haptic feedback, bukan klik mekanis biasa. Sensasi kliknya terasa konsisten di seluruh permukaan trackpad.
Fitur ini juga membuka akses ke Force Click, yaitu fungsi tambahan saat pengguna menekan lebih kuat. Pada MacBook Neo, fitur tersebut absen sehingga pengalaman navigasi terasa lebih sederhana.
Keyboard backlit membuat kerja malam lebih praktis
MacBook Neo tetap memakai Magic Keyboard yang dipuji karena nyaman dan lebih mudah diperbaiki jika rusak. Meski begitu, keyboard itu tidak dibekali backlit, padahal fitur tersebut sudah umum di hampir semua MacBook lain termasuk MacBook Air.
Ketiadaan lampu latar membuat mengetik di ruang minim cahaya menjadi kurang praktis. Pengguna harus lebih sering melihat tombol, terutama saat bekerja di kelas, ruang rapat, atau kafe yang redup.
Meski kalah di beberapa fitur, MacBook Neo masih memiliki daya tahan baterai hingga 16 jam menurut klaim Apple. Hal itu membuat perangkat ini tetap aman dipakai seharian dan baru diisi ulang pada malam hari.
Source: www.idntimes.com






