Kalshi Menguasai Pasar Prediksi Piala Dunia, Volume Perdagangan Pecah Rekor

Kalshi muncul sebagai pemain paling dominan di pasar prediksi ketika aktivitas perdagangan mingguan di seluruh sektor itu menembus $14,5 miliar untuk pertama kalinya. Pada saat yang sama, nilai outstanding bets juga mencetak rekor untuk pekan ketiga berturut-turut di $1,6 miliar.

Data Artemis menunjukkan Kalshi masih memimpin kategori taruhan olahraga dengan porsi 62% dari total volume perdagangan pada pekan lalu. Di belakangnya, Polymarket berada di angka 28%, menegaskan jarak yang masih lebar di antara dua pemain terbesar di pasar tersebut.

Panggung Piala Dunia Mendorong Persaingan Baru

Lonjakan minat itu beririsan dengan Piala Dunia 2026, yang kini menjadi ajang unjuk kekuatan utama bagi pasar prediksi. Kalshi baru saja mengumumkan kerja sama dengan ADI Predictstreet, mitra resmi FIFA, menjelang fase knockout kompetisi.

ADI Predictstreet sendiri adalah platform prediksi berlisensi Gibraltar yang pada April mengumumkan kesepakatan sponsor dengan FIFA. Perusahaan itu menyebut kerja samanya dengan Kalshi akan tampil di stadion, siaran televisi, dan iklan daring.

Momentum turnamen juga membuat persaingan iklan semakin agresif. Polymarket memasang iklan bersama rapper Amerika Future, sementara Kalshi menonjolkan atlet seperti Luka Modrić dari Kroasia dalam materi promosinya.

Pemain Baru Ikut Terangkat

Dampak Piala Dunia tidak hanya dirasakan dua nama besar itu. Rothera, bursa yang mulai menerima arahan taruhan dari Robinhood pada akhir Mei, mencatat lonjakan volume mingguan menjadi $805 juta dari sebelumnya $2,1 juta menurut Artemis.

Bernstein sebelumnya menilai Piala Dunia dapat menjadi momen penentu bagi sektor pasar prediksi. Asset manager itu juga mencatat bahwa Robinhood dan Coinbase memanfaatkan turnamen untuk mempercepat pertumbuhan produk mereka masing-masing.

Di sisi lain, DraftKings mengatakan pada Jumat bahwa mereka meluncurkan pasar prediksi sendiri bernama DKeX. Perusahaan itu juga menyebut produk DraftKings Predictions diperkirakan tumbuh sepanjang bulan depan, seiring meningkatnya minat terhadap Piala Dunia.

Dengan skala perdagangan yang terus naik dan sorotan komersial yang kian besar, Piala Dunia 2026 kini menjadi titik pembuktian penting bagi para pemain pasar prediksi. Kalshi berada di posisi paling kuat untuk memanfaatkan momentum itu, tetapi tekanan dari Polymarket, DraftKings, dan pemain yang lebih baru juga mulai terasa di berbagai lini.

Berita Terkait