nubia menutup semester 1 2026 di Indonesia dengan lima model baru yang menyasar pasar yang sangat beragam, mulai dari pengguna hemat, pencari 5G terjangkau, hingga penggemar gaming kelas atas. Puncaknya ada RedMagic 11 Pro yang membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, baterai 7500 mAh, dan banderol Rp19,9 juta.
Di antara kelima model itu, nubia memisahkan arah produk dengan jelas. Dua model masuk kelas non-gaming, sedangkan tiga lainnya diarahkan ke segmen gaming dengan karakter yang semakin serius.
RedMagic 11 Pro memimpin kelas gaming nubia
Posisi paling tinggi ditempati nubia RedMagic 11 Pro sebagai lini gaming sesungguhnya. Ponsel ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16GB, memori internal 512GB, dan layar AMOLED 6,85 inci beresolusi 1216 x 2680 piksel dengan refresh rate 144Hz.
Daya tahannya juga menjadi sorotan karena dibekali baterai 7500 mAh dengan pengisian 80W. Di sisi kamera, perangkat ini membawa kamera utama 50MP f/1.9, kamera ultrawide 50MP f/2.2, serta kamera depan 16MP f/2.0.
RedMagic 11 Pro juga mengantongi sertifikasi IPX8. Dengan kombinasi itu, model ini jelas diposisikan untuk pengguna yang mengejar performa tinggi dan baterai besar dalam satu perangkat.
Neo 5 series mengisi kelas gaming menengah
Di bawahnya, nubia Neo 5 5G hadir dengan Unisoc T9300, layar IPS LCD 6,8 inci beresolusi 900 x 1940 piksel dan refresh rate 120Hz, RAM 8GB, serta memori 256GB. Baterainya berkapasitas 6050 mAh dengan pengisian 45W dan bypass charging.
Untuk kebutuhan bermain, model ini masih dilengkapi shoulder trigger, speaker stereo, audio jack 3,5 mm, pemindai sidik jari di tombol daya, dan sertifikasi IP64. Kamera belakangnya 50MP, sedangkan kamera depannya 16MP.
Masih satu keluarga, nubia Neo 5 GT 5G membawa peningkatan pada beberapa bagian penting. Perangkat ini memakai MediaTek Dimensity 7400, layar AMOLED 6,8 inci beresolusi 1224 x 2720 piksel dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan 4500 nit.
Neo 5 GT 5G juga dibekali baterai 6210 mAh dengan pengisian 80W dan bypass charging. Pilihan memorinya tersedia dalam RAM 8GB dan 12GB dengan memori 256GB, sedangkan fitur shoulder trigger dan speaker stereo tetap dipertahankan.
Namun, audio jack 3,5 mm dihilangkan pada model ini. Pemindai sidik jari juga berpindah ke dalam layar, menandai langkah naik kelas dari Neo 5 5G.
Dua model non-gaming menyasar harga lebih ramah
Untuk pengguna yang lebih mementingkan harga dan fungsi dasar, nubia V80 Max menjadi pilihan paling murah. Ponsel ini membawa baterai 6000 mAh, pengisian 22,5W, layar LCD 6,9 inci HD+ 120Hz, RAM 8GB, penyimpanan 128GB, kamera belakang 50MP, dan kamera depan 16MP.
Ketahanan fisiknya juga dibuat menonjol lewat sertifikasi IP64, speaker mono, audio jack 3,5 mm, pemindai sidik jari di tombol daya, serta ketahanan jatuh dari ketinggian 1,8 meter ke permukaan keras. Nubia menempatkan model ini sebagai opsi entry level yang mengutamakan daya tahan dan baterai besar.
Di kelas entry level lain, nubia A76 5G hadir sebagai opsi untuk pengguna yang ingin koneksi 5G murah. Ponsel ini menggunakan Unisoc T8300, layar LCD 6,75 inci HD+ 90Hz, RAM 8GB, penyimpanan 128GB, kamera utama 50MP, kamera depan 8MP, dan baterai 5000 mAh dengan pengisian 10W lewat USB Type-C.
Untuk perlindungan, A76 5G dibekali sertifikasi IP54. Nubia juga tetap menyertakan speaker mono, audio jack 3,5 mm, dan pemindai sidik jari di tombol daya agar fungsinya tetap lengkap di kelas harga terjangkau.
Peta harga lima model nubia di Indonesia
Kelima model ini menunjukkan strategi nubia yang cukup rapi di pasar Indonesia. Dua model paling murah diposisikan untuk kebutuhan harian dan koneksi 5G terjangkau, sementara Neo 5 series mengisi ruang gaming menengah dengan fitur yang lebih lengkap.
Harga peluncurannya dimulai dari Rp1,8 juta untuk nubia V80 Max, Rp1,9 juta untuk nubia A76 5G, Rp5,6 juta untuk nubia Neo 5 5G, Rp6,4 juta dan Rp6,9 juta untuk nubia Neo 5 GT 5G, serta Rp19,9 ju untuk nubia RedMagic 11 Pro.
