5 Penyebab Tubuh Tetap Lelah Meski Tidur Sudah Lama, Banyak yang Sering Terlewat

Rasa lelah yang tidak juga hilang meski tidur sudah berjam-jam sering menandakan ada hal lain yang mengganggu pemulihan tubuh. Dalam banyak kasus, durasi tidur yang panjang tidak otomatis membuat seseorang bangun dengan kondisi segar.

Yang sering luput diperhatikan justru kualitas tidur. Jika tidur kerap terbangun, tubuh terlalu banyak bergerak, atau sulit masuk ke fase tidur yang dalam, istirahat yang didapat tidak maksimal meski waktunya terasa cukup panjang.

Kualitas tidur lebih menentukan daripada sekadar lamanya tidur

Tidur 8 atau 10 jam belum tentu memberi efek pulih jika istirahat di malam hari tidak nyenyak. Kondisi kamar yang kurang nyaman, suhu ruangan yang tidak sesuai, hingga kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur dapat ikut menurunkan kualitas istirahat.

Akibatnya, tubuh tetap terasa berat saat bangun dan fokus sulit kembali normal. Pada situasi seperti ini, masalahnya bukan semata-mata kurang tidur, melainkan tidur yang tidak benar-benar memberi pemulihan.

Terlalu lama tidur juga bisa membuat tubuh lesu

Selain kurang tidur, tidur berlebihan juga dapat memunculkan rasa lelah. Beberapa penelitian menunjukkan tidur terlalu lama bisa mengganggu ritme alami tubuh dan membuat seseorang justru merasa lebih tidak bugar saat bangun.

Karena itu, orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar 7-9 jam per malam. Rentang ini dinilai lebih mendukung pemulihan yang optimal dibandingkan tidur terlalu singkat maupun terlalu panjang.

Kurang cairan dapat menurunkan energi harian

Dehidrasi ringan pun dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk memunculkan lelah, sulit berkonsentrasi, dan rasa kurang bertenaga. Saat asupan air putih tidak tercukupi, aktivitas sehari-hari bisa terasa lebih berat meski waktu tidur sudah cukup.

Memenuhi kebutuhan cairan harian membantu tubuh bekerja lebih stabil. Karena itu, rasa lelah yang menetap juga perlu dilihat dari sisi hidrasi, bukan hanya dari durasi tidur malam sebelumnya.

Stres dapat menguras tenaga tanpa terasa

Tekanan emosional, pikiran yang terus aktif, dan stres berkepanjangan sering kali menghabiskan energi tubuh secara perlahan. Saat kondisi ini terjadi, tubuh bisa tetap berada dalam mode siaga meski sedang beristirahat.

Situasi tersebut membuat tidur menjadi kurang pulih dan rasa lelah tetap muncul pada keesokan harinya. Dengan kata lain, beban pikiran dapat ikut menentukan apakah tidur benar-benar menghasilkan pemulihan.

Gangguan kesehatan tertentu juga patut diwaspadai

Jika rasa lelah berlangsung lama, kemungkinan ada kondisi kesehatan yang ikut berperan. Anemia, gangguan tiroid, sleep apnea, atau kekurangan vitamin tertentu disebut dapat menghambat tubuh memulihkan energi meski waktu tidur sudah terasa cukup.

Jika keluhan ini disertai gejala lain atau mulai mengganggu aktivitas harian, pemeriksaan ke tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan. Langkah tersebut penting untuk mencari penyebab yang lebih jelas dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pada akhirnya, tubuh yang tetap lelah setelah tidur lama biasanya dipengaruhi gabungan beberapa faktor sekaligus. Kualitas tidur, durasi tidur yang tepat, kecukupan cairan, stres, dan kondisi kesehatan perlu sama-sama diperhatikan agar sumber masalahnya lebih mudah dikenali.

Source: www.beautynesia.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer