5 Sistem Tubuh yang Paling Tertekan Saat Tidur Kurang, Jantung hingga Otak

Author: Redaksi Android62

Kekurangan tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah pada keesokan hari. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat menekan lima sistem tubuh sekaligus dan membuat fungsi organ tidak berjalan optimal.

Menurut Cleveland Clinic yang dilansir www.beautynesia.id, dampak paling nyata biasanya terlihat pada jantung, metabolisme, daya tahan tubuh, sistem saraf, dan otak. Efeknya kerap muncul perlahan, tetapi dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Jantung dan peredaran darah menjadi lebih terbebani

Saat waktu tidur tidak cukup, tekanan darah dapat meningkat secara perlahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dikaitkan dengan risiko hipertensi dan kolesterol tinggi.

Karena itu, kualitas tidur kerap dianggap penting untuk menjaga kesehatan jantung tetap stabil. Kekurangan tidur yang berulang membuat sistem peredaran darah bekerja lebih berat dari seharusnya.

Metabolisme ikut menjadi tidak seimbang

Kurang tidur juga dapat memengaruhi cara tubuh memproses gula darah. Ketika tubuh tidak mendapat istirahat yang cukup, sensitivitas insulin biasanya ikut menurun.

Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang sering begadang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Pola tidur yang teratur karena itu perlu dijaga bersama pola makan yang sehat.

5 sistem tubuh yang paling rentan saat kekurangan tidur

Sistem Tubuh Dampak Utama Risiko yang Disebutkan
Jantung dan peredaran darah Tekanan darah meningkat Hipertensi, kolesterol tinggi
Metabolisme Sensitivitas insulin menurun Risiko diabetes tipe 2
Daya tahan tubuh Produksi sel imun menurun Flu, demam, infeksi
Sistem saraf Lebih sensitif terhadap nyeri Sakit kepala, pegal, tidak nyaman
Otak Konsentrasi dan memori terganggu Risiko penyakit neurodegeneratif

Daya tahan tubuh menurun lebih mudah terlihat

Tidur membantu tubuh memproduksi sel imun yang melawan virus dan bakteri. Saat kebiasaan begadang menjadi sering, sistem pertahanan alami tubuh ikut melemah.

Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah terserang flu, demam, atau infeksi lain. Semakin sering pola ini terjadi, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang bisa muncul.

Sistem saraf menjadi lebih peka terhadap nyeri

Penelitian menunjukkan kurang tidur dapat memengaruhi cara sistem saraf memproses rasa nyeri. Akibatnya, sakit kepala, pegal, dan rasa tidak nyaman bisa terasa lebih kuat dibanding biasanya.

Perubahan respons tubuh ini bahkan bisa muncul setelah satu malam kualitas tidur yang buruk. Karena itu, tubuh sering terasa lebih sensitif setelah begadang semalaman.

Fungsi otak dan konsentrasi ikut turun

Tidur membantu otak memproses informasi baru dan menyimpan memori jangka panjang. Saat waktu tidur kurang, kemampuan belajar dan konsentrasi sehari-hari dapat ikut menurun.

Sejumlah studi juga menemukan pola tidur buruk dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko penyakit neurodegeneratif. Inilah sebabnya tidur sehat tidak kalah penting dibandingkan pola makan sehat.

Efek kurang tidur sering baru disadari setelah mulai mengganggu aktivitas harian. Padahal, sejak awal tubuh sudah memberi sinyal melalui jantung, metabolisme, daya tahan tubuh, sistem saraf, dan fungsi otak yang tidak bekerja maksimal.

Menjaga pola tidur bukan perkara sepele. Istirahat yang cukup menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh tetap kuat dalam jangka panjang.

Berita Terbaru