5 Tablet Rp4 Jutaan yang Masih Masuk Akal untuk Kerja dan Game

Di tengah harga gadget yang terus naik, kelas tablet Rp4 jutaan masih memberi ruang bagi pembeli yang ingin perangkat serbaguna tanpa harus naik ke kelas harga lebih tinggi. Di segmen ini, sejumlah model menawarkan kombinasi performa, konektivitas, dan fitur produktivitas yang cukup lengkap untuk kerja sekaligus hiburan.

Persaingan di rentang harga tersebut juga tidak lagi sederhana. Produsen kini membawa fitur yang dulu lebih sering ditemukan pada tablet mahal, mulai dari chipset kencang, dukungan 5G atau 4G LTE, sampai software yang dibuat mendekati fungsi laptop.

Pilihan yang menonjol untuk performa dan multitasking

Untuk pengguna yang memprioritaskan tenaga mentah, Poco Pad M1 menjadi salah satu opsi yang paling agresif. Tablet ini memakai Snapdragon 7S Gen 4, layar 12,1 inci 25K 120Hz, storage 256 GB, serta baterai 12.000 mAh dengan reverse charging 27W.

Harga estimasinya berada di kisaran Rp4,3 jutaan. Dengan posisi itu, perangkat ini ada di batas atas kelas Rp4 jutaan namun tetap relevan bagi pengguna yang ingin main game dan membuka banyak aplikasi sekaligus.

Redmi Pad 2 Pro berada di jalur yang mirip karena sama-sama memakai Snapdragon 7S Gen 4, layar 12,1 inci 25K, dan baterai 12.000 mAh. Pembeda utamanya ada pada tampilan yang lebih elegan, termasuk varian warna Lavender Purple.

Tablet ini juga menawarkan Dolby Vision, WiFi 6, HyperOS 2, dan quad-speaker. Harga estimasinya sekitar Rp4,6 jutaan, sehingga masih menyasar pembeli yang mencari perangkat dengan nuansa premium.

Opsi yang lebih cocok untuk mobilitas dan koneksi

Bagi pengguna yang sering berpindah tempat, Infinix XPad 20 Pro menawarkan 4G LTE dengan slot kartu SIM mandiri. Perangkat ini dibekali layar 12 inci 2K, MediaTek Helio G100 Ultimate, RAM 8 GB yang bisa diekspansi, dan storage 256 GB.

Infinix juga menyematkan fitur AI seperti Folax, AI Screen Recognition, dan AI Summary untuk membantu membaca serta meringkas materi. Bodinya setebal 6,58 mm, dilengkapi 4 Speaker Symphony, dan dipasarkan sekitar Rp4,1 jutaan.

Yang paling kuat untuk dukungan software dan rasa mirip laptop

Samsung Galaxy Tab A11 Plus 5G menonjol lewat janji update software hingga 7 tahun. Tablet ini juga mendukung Samsung DeX, sehingga tampilan antarmukanya bisa berubah menjadi lebih mirip komputer atau laptop.

Dari sisi performa, perangkat ini memakai Dimensity 7300 dan membawa fitur AI seperti Circle to Search, Gemini, serta kemampuan menjawab soal dari tulisan tangan. Catatannya, layar masih TFT LCD dan kepala charger tidak disertakan dalam kotak penjualan, sedangkan harga estimasinya ada di Rp4,3 jutaan untuk versi 5G.

Fokus produktivitas untuk kerja harian

Huawei MatePad 11.5 Inch (2024) ditujukan untuk pengguna yang ingin menggantikan fungsi laptop dalam format yang lebih ringkas. Tablet ini memakai bodi aluminium unibody setipis 6,8 mm dengan bobot 499 gram, layar 11,5 inci FullView 2.2K, dan Snapdragon 7 Gen 1.

Untuk kerja, Huawei membekalinya dengan PC-Level WPS Office, Huawei Notes dengan Note Replay dan Split Screen, kamera depan 8 MP dengan FollowCam, serta dukungan Huawei M-Pencil Gen 3 dan Smart Keyboard. Harga estimasinya sekitar Rp4,2 jutaan.

Jika dilihat dari kebutuhan pengguna, lima tablet ini memperlihatkan bahwa Rp4 jutaan masih bisa memberi pilihan yang masuk akal untuk fungsi yang berbeda. Ada yang lebih cocok untuk gaming dan multitasking, ada yang unggul di konektivitas, dan ada pula yang lebih kuat untuk kerja produktif harian.

Berita Terkait