Upaya mempercepat ketangguhan sekolah di Jawa Timur kini kembali diarahkan lewat pelatihan guru. BPBD Jatim bersama IGI Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, dan Dinas Pendidikan Jatim menggelar Training of Facilitator Satuan Pendidikan Aman Bencana atau TOF SPAB untuk guru SMA sederajat.
Pelatihan tatap muka itu berlangsung di The Southern Hotel Surabaya sebagai lanjutan dari kegiatan daring pada 22-23 Juni 2026. Sebanyak 50 guru SMA dan SMK dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur ikut dalam program tersebut.
Kerawanan sekolah masih sangat tinggi
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menilai TOF SPAB penting untuk mempercepat kesiapsiagaan sekolah. Ia menyoroti masih banyak satuan pendidikan yang berada di wilayah rawan bencana, tetapi belum mendapatkan pelatihan SPAB.
Data BPBD Jatim menunjukkan 3.645 dari 4.088 SMA sederajat di provinsi itu masuk kategori rawan bencana tinggi. Angka itu setara 89,2 persen, sementara sekolah yang sudah mendapat pelatihan SPAB baru sekitar 95 atau dua persen.
Situasi tersebut membuat sekolah perlu didorong membangun kapasitas lebih cepat. Melalui pelatihan ini, guru diharapkan menjadi penggerak utama yang membawa pengetahuan kebencanaan ke lingkungan sekolah masing-masing.
Guru diposisikan sebagai penggerak utama
Ketua IGI Jatim Sukari menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang rutin berjalan setiap tahun bersama BPBD Jatim. Menurut dia, pelibatan guru menjadi penting karena mereka berada di garis depan proses belajar mengajar.
Sukari menilai materi kebencanaan yang diterima peserta diharapkan dapat membantu percepatan ketangguhan sekolah. Target akhirnya adalah satuan pendidikan yang aman dan nyaman bagi siswa serta warga sekolah lainnya.
Materi yang diterima peserta
Rangkaian TOF SPAB tidak hanya membahas konsep, tetapi juga praktik yang bisa langsung diterapkan di sekolah. Peserta menerima materi peta jalan dan kebijakan kerangka kerja SPAB, Kajian Risiko Bencana Partisipatif atau KRBP, Tim Siaga Sekolah, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, hingga simulasi bencana.
| Materi | Fokus | Tujuan |
|---|---|---|
| Peta jalan dan kebijakan kerangka kerja SPAB | Arah pelaksanaan program | Menjadi dasar penerapan di sekolah |
| KRBP | Pemetaan risiko secara partisipatif | Membantu sekolah mengenali potensi bahaya |
| Tim Siaga Sekolah | Pengorganisasian kesiapsiagaan | Menguatkan respons warga sekolah |
| Pertolongan Pertama Gawat Darurat | Langkah penanganan awal | Menambah kesiapan saat keadaan darurat |
| Simulasi bencana | Latihan praktik | Menguji kesiapan peserta dan sekolah |
Pada hari kedua, peserta juga diajak mengunjungi Taman Edukasi Bencana BPBD Jatim. Kunjungan itu dimanfaatkan untuk melihat fasilitas pembelajaran kebencanaan sekaligus merancang tindak lanjut agar hasil pelatihan tidak berhenti di ruang kelas pelatihan.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan bahwa penguatan sekolah aman bencana tidak hanya bertumpu pada kebijakan. Di lapangan, guru disiapkan menjadi pihak yang paling dekat dengan siswa untuk membawa pengetahuan kesiapsiagaan ke dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
