Gangguan mata pada lansia kerap berkembang pelan dan baru disadari ketika penglihatan sudah terganggu. Karena itu, pemeriksaan mata rutin menjadi langkah paling penting untuk mendeteksi masalah sejak awal, terutama pada usia 65 tahun ke atas yang disarankan kontrol setiap 1 tahun sekali.
Risiko itu makin besar bila seseorang memiliki diabetes, hipertensi, riwayat glaukoma dalam keluarga, rabun tinggi, atau pernah menjalani operasi mata. Dalam kondisi tersebut, jadwal pemeriksaan bisa dibuat lebih sering, yakni setiap 3-12 bulan sesuai anjuran dokter mata.
| Gangguan | Ciri Utama | Penanganan atau Pencegahan |
|---|---|---|
| Katarak | Penglihatan kabur, silau saat melihat cahaya, warna tampak kusam, ukuran kacamata sering berubah tetapi tetap tidak jelas | Operasi saat sudah mengganggu aktivitas |
| Glaukoma | Sering tanpa gejala awal, berisiko merusak saraf mata dan memicu kebutaan permanen | Tetes mata, laser, atau operasi untuk mengendalikan tekanan mata |
| Degenerasi makula terkait usia (AMD) | Sulit membaca, wajah tampak tidak jelas, garis lurus terlihat bengkok | Risiko meningkat dengan usia, merokok, dan faktor genetik |
| Retinopati diabetik | Sering tanpa gejala pada awal, bisa menyebabkan perdarahan retina hingga kebutaan | Kontrol gula darah dan pemeriksaan mata rutin |
| Mata kering | Mata mengganjal, perih, mudah lelah, penglihatan kadang kabur | Air mata buatan dan menjaga kelembapan mata |
| Presbiopia | Sulit melihat tulisan kecil dari jarak dekat | Kacamata baca atau lensa multifokal |
Empat masalah utama yang paling sering muncul
Katarak disebut sebagai penyebab utama kebutaan yang dapat diobati karena lensa mata menjadi keruh akibat proses penuaan. Pada tahap yang sudah mengganggu aktivitas, tindakan yang paling efektif adalah operasi.
Glaukoma kerap dijuluki pencuri penglihatan karena bisa berkembang tanpa disadari sampai kerusakannya berat. Kondisi ini berbahaya karena dapat merusak saraf mata dan berujung pada kebutaan permanen bila tidak dikendalikan.
Degenerasi makula terkait usia menyerang bagian makula yang berfungsi melihat detail. Dampaknya biasanya terasa saat membaca atau mengenali wajah, sementara penglihatan tepi masih relatif baik.
Retinopati diabetik menjadi ancaman serius bagi penderita diabetes karena kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah retina. Pada fase awal, keluhan sering belum muncul sehingga pemeriksaan rutin sangat menentukan.
Mata kering dan presbiopia juga tidak boleh dianggap ringan
Mata kering sering memunculkan sensasi mengganjal, perih, cepat lelah, dan kadang penglihatan kabur. Keluhan ini bisa dibantu dengan air mata buatan serta menjaga kelembapan mata.
Sementara itu, presbiopia membuat lansia lebih sulit melihat tulisan kecil dari jarak dekat. Kondisi ini umumnya dibantu dengan kacamata baca atau lensa multifokal sesuai kebutuhan penglihatan.
Pada usia 40-64 tahun, pemeriksaan mata lengkap idealnya dilakukan setiap 1-2 tahun meski tidak ada keluhan. Setelah memasuki usia 65 tahun, pemeriksaan tahunan menjadi acuan yang lebih dianjurkan.
Asupan yang membantu menjaga kesehatan mata
Pola makan seimbang dinilai lebih penting daripada mengandalkan satu jenis makanan tertentu. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan brokoli dapat membantu karena mengandung lutein dan zeaxanthin.
Wortel, labu, ubi, dan sayuran berwarna oranye menjadi sumber beta-karoten. Buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, kiwi, dan stroberi juga dianjurkan untuk mendukung kesehatan mata.
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel menyumbang omega-3. Telur, terutama kuning telur, mengandung lutein dan zeaxanthin, sedangkan kacang-kacangan, biji-bijian, daging tanpa lemak, dan seafood menjadi sumber vitamin E serta seng.
Untuk minuman, air putih tetap menjadi pilihan utama, disusul susu atau produk olahan susu sesuai kebutuhan gizi. Teh hijau tanpa gula berlebihan juga disebut bermanfaat karena mengandung antioksidan.
Di sisi lain, gula berlebihan, makanan ultra-proses, lemak jenuh tinggi, dan rokok sebaiknya dihindari. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula, sehingga pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan makanan sehat.
Lensa kacamata juga tidak perlu diganti berdasarkan jadwal tetap. Penggantian dilakukan bila ukuran sudah berubah, penglihatan mulai kabur atau tidak nyaman, muncul sakit kepala dan mata cepat lelah, atau lensa rusak serta lapisan pelindungnya mengelupas.
Masih ada mitos yang perlu diluruskan
Anggapan bahwa terlalu sering membaca membuat minus atau plus bertambah tidak sepenuhnya benar. Membaca tidak menyebabkan presbiopia atau rabun bertambah secara langsung, tetapi mata bisa cepat lelah bila pencahayaan buruk atau ukuran kacamata tidak sesuai.
Mitos lain yang kerap beredar adalah katarak bisa sembuh dengan obat tetes atau ramuan herbal. Hingga kini, katarak yang sudah mengganggu penglihatan hanya dapat diatasi secara efektif dengan operasi.
Masih ada pula anggapan bahwa mata sehat berarti tidak ada keluhan sama sekali. Padahal, glaukoma dan retinopati diabetik sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin tetap menjadi acuan utama.
Holywings Peduli mengusung tema “Mata Sehat, Lansia Bahagia” melalui cek kesehatan mata gratis, seminar edukasi, dan pembagian kacamata gratis khusus bagi lansia. Kegiatan itu juga mencakup pemeriksaan ketajaman penglihatan, konsultasi dengan Refraksionis Optisien atau Optometrist, pemeriksaan refraksi, serta edukasi soal penyakit mata yang umum dialami lansia.
Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu para lansia memperoleh akses pemeriksaan mata yang baik sekaligus kacamata yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Menurut dia, penglihatan yang baik membuat lansia tetap mandiri, produktif, dan lebih nyaman beraktivitas sehari-hari.
Source: lifestyle.bisnis.com






