Robot bawah air otonom LASSIE mengonfirmasi bahwa sekitar 60 juta sarang aktif ikan es Jonah masih tersebar di Laut Weddell, di bawah Filchner Ice Shelf, Antartika. Temuan ini memperlihatkan skala salah satu koloni pembiakan ikan terbesar di Bumi, sekaligus menegaskan betapa pentingnya kawasan tersebut bagi kehidupan laut ekstrem.
Selama 48 jam pemantauan dasar laut, LASSIE mencatat kepadatan sarang yang tetap stabil di area sekitar 240 kilometer persegi. Survei itu dilakukan oleh Alfred Wegener Institute (AWI) untuk memeriksa koloni ikan es Jonah di wilayah yang pertama kali dipetakan pada 2022.
Data Koloni Yang Sulit Diabaikan
Data terbaru yang dikumpulkan pada musim semi Antartika menunjukkan rata-rata satu sarang untuk setiap empat meter persegi di jalur survei. Menurut temuan yang dipublikasikan di Frontiers in Marine Science, setiap sarang berukuran sekitar 75 sentimeter dan berisi rata-rata 1.700 telur.
Total biomassa koloni itu diperkirakan mencapai sekitar 60.000 ton. Untuk memudahkan pembacaan, berikut ringkasan angka utama yang tercatat dalam survei tersebut.
| Data Utama | Keterangan |
|---|---|
| Nama robot | LASSIE |
| Lama pemantauan | 48 jam nonstop |
| Luas koloni | 240 kilometer persegi |
| Perkiraan sarang aktif | 60 juta |
| Ukuran sarang | Sekitar 75 sentimeter |
| Isi rata-rata sarang | 1.700 telur |
| Total biomassa | Sekitar 60.000 ton |
Bagaimana Robot Itu Melihat Dasar Laut
LASSIE menjaga ketinggian sekitar 1,5 meter di atas dasar laut sambil memetakan medan dengan sonar dan pemindai laser. Kamera beresolusi tinggi yang merekam 20 gambar per detik menangkap sarang-sarang yang tersusun rapat, dengan jarak antar sarang rata-rata hanya 22 sentimeter.
Rekaman tersebut juga menunjukkan banyak sarang berbentuk cekungan melingkar yang sudah dibersihkan dari sedimen halus hingga memperlihatkan kerikil dan batu kecil di bawahnya. Struktur ini membantu menstabilkan telur agar tidak mudah terseret arus yang lewat.
Pembacaan sensor menemukan kadar lumpur di dalam sarang sekitar 40 persen lebih rendah dibanding dasar laut yang tidak terganggu. Temuan itu menunjukkan ikan-ikan tersebut aktif merawat sarangnya, bukan sekadar menggali lalu meninggalkannya.
Arus Hangat Yang Membuat Telur Bisa Bertahan
Lokasi koloni berada di jalur naiknya Modified Upper Circumpolar Deep Water atau mUCDW ke landas kontinen. Aliran ini mencegah dasar laut mencapai titik beku dan menciptakan kondisi yang dibutuhkan agar telur ikan berkembang.
Studi itu menemukan ikan es Jonah (Neopagetopsis ionah) memilih titik dengan suhu air antara 0 hingga 0,5 derajat Celsius untuk membangun sarang. Suhu dasar laut di lokasi tersebut juga tercatat 2 derajat Celsius lebih hangat dibanding air sekitarnya.
Ikan es termasuk vertebrata yang tidak biasa karena tidak memiliki hemoglobin maupun sel darah merah. Adaptasi ini membuat darah mereka lebih encer dan membantu bertahan di air bersuhu di bawah nol derajat, meski ketergantungan pada arus kaya oksigen tetap sangat tinggi.
Ekosistem Yang Tumbuh Di Sekitar Koloni
Di tepi koloni, tim juga mendokumentasikan bangkai dan sarang yang ditinggalkan. Kondisi itu menarik pemakan bangkai seperti bintang laut, bintang laut rapuh, dan berbagai krustasea, sehingga membuat ekosistem lokal lebih beragam dibanding dataran laut dalam di sekitarnya.
Konsentrasi bahan organik dari area tersebut ikut mendorong hadirnya kehidupan lain di sekitar lokasi sarang. Dengan demikian, koloni ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembiakan, tetapi juga sebagai pusat aktivitas biologis di dasar laut Antartika.
Tekanan Predator Dan Dorongan Perlindungan
Anjing laut Weddell menjadi predator utama di area ini. AWI membandingkan rekaman LASSIE dengan data akustik hidrofon, dan hasilnya menunjukkan hubungan jelas antara puncak musim pemijahan dan meningkatnya vokalisasi anjing laut di sekitar koloni.
Pelacakan satelit juga memperlihatkan 90 persen aktivitas menyelam anjing laut di kawasan Laut Weddell terjadi tepat di atas koordinat koloni. Hidrofon mencatat lebih dari 2.000 penyelaman yang mencapai kedalaman 400 hingga 500 meter hanya selama bulan November.
Skala koloni dan peran ekologisnya membuat kawasan ini diusulkan menjadi Marine Protected Area atau MPA kepada Commission for the Conservation of Antarctic Marine Living Resources (CCAMLR). Usulan itu menyoroti risiko penangkapan ikan dasar laut menggunakan pukat harimau dan potensi dampak perubahan sirkulasi air dalam terhadap koloni di masa depan.
Dengan data yang semakin lengkap, koloni ikan es Jonah di bawah Filchner Ice Shelf kini menjadi salah satu temuan paling penting dalam studi kehidupan laut Antartika. Temuan ini juga memperkuat alasan perlindungan bagi ekosistem rapuh yang masih menyimpan koloni pembiakan raksasa di bawah lapisan es.







