Menstruasi dapat membuat tubuh lebih mudah berkeringat dan memunculkan bau yang mengganggu. Perubahan hormon estrogen dan progesteron memengaruhi kelenjar keringat, terutama kelenjar apokrin, sehingga aroma tubuh lebih mudah bercampur dengan bakteri.
Kondisi itu sering membuat perempuan merasa tidak nyaman dan kehilangan rasa percaya diri. Karena itu, menjaga aroma tubuh tetap segar selama menstruasi perlu dilakukan dengan kebiasaan yang tepat dan konsisten.
Ganti pembalut secara teratur
Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 hingga 6 jam sekali. Saat aliran darah lebih banyak, penggantian bisa dilakukan lebih sering agar bau tidak sedap tidak terserap oleh tubuh.
Pembalut yang bersih juga membantu mencegah kelembapan berlebih. Kebiasaan ini dapat menurunkan risiko infeksi jamur atau bakteri, termasuk vaginosis bakterial.
Jaga kebersihan badan setiap hari
Mandi secara teratur menjadi langkah dasar untuk menjaga tubuh tetap segar selama menstruasi. Idealnya, mandi dilakukan minimal dua kali sehari agar kulit tetap lembap dan terhidrasi sehingga produksi keringat bisa berkurang.
Perhatian khusus juga perlu diberikan pada area intim. Membersihkannya dengan sabun khusus atau air hangat dapat membantu menjaga keseimbangan pH kulit dan mengurangi risiko iritasi yang memicu bau kurang sedap.
Pilih pakaian yang menyerap keringat
Bahan pakaian juga berpengaruh pada aroma tubuh. Katun menjadi pilihan yang disarankan karena lebih mampu menyerap keringat dan membiarkan kulit bernapas.
Bahan sintetis cenderung menahan panas dan kelembapan, sehingga tubuh terasa lebih panas dan keringat lebih mudah menumpuk. Dengan sirkulasi udara yang lebih baik, produksi keringat berlebih dapat berkurang.
Perhatikan pola makan
Makanan tertentu dapat memperburuk bau badan selama menstruasi. Bawang putih, makanan pedas, dan kafein disebut dapat memengaruhi hormon tubuh, metabolisme, dan produksi keringat.
Sebaliknya, makanan sehat yang kaya serat serta air putih yang cukup membantu proses detoksifikasi tubuh. Makanan olahan tinggi gula juga sebaiknya dikurangi karena dapat memicu inflamasi dan memperburuk bau badan.
Kurangi kafein dan hindari alkohol
Kafein dan alkohol dapat meningkatkan produksi keringat dan membuat bau badan lebih menyengat. Saat menstruasi, perubahan hormonal dapat memperkuat efek tersebut sehingga aroma tubuh lebih mudah tercium.
Mengurangi atau menghindari kedua zat itu selama masa menstruasi dapat membantu tubuh tetap segar. Langkah ini bisa melengkapi kebiasaan lain seperti menjaga kebersihan, memilih pakaian yang tepat, dan mengganti pembalut secara rutin.
Pakai deodoran setelah mandi
Deodoran dapat membantu menjaga kesegaran tubuh selama menstruasi, tetapi penggunaannya perlu diperhatikan. Produk dengan aroma terlalu kuat sebaiknya dihindari karena dapat bertentangan dengan aroma alami tubuh dan memicu iritasi.
Waktu terbaik memakainya adalah setelah mandi saat kulit sudah kering. Cara ini membantu produk menyerap lebih baik dan memberi perlindungan sepanjang hari.
Gunakan parfum atau body mist secukupnya
Parfum bisa membantu tubuh tetap wangi dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, pemakaiannya perlu dibatasi agar aromanya tidak terlalu mencolok.
Semprotkan sedikit di area leher atau pergelangan tangan. Jika ingin aroma yang lebih ringan, body mist bisa menjadi pilihan karena dapat digunakan berulang kali sepanjang hari.
Source: www.beautynesia.id






