7 Fakta Kucing Himalaya yang Sering Keliru Dipahami, Bukan Berasal dari Himalaya

Author: Redaksi Android62

Kucing Himalaya kerap menarik perhatian bukan hanya karena bulunya yang panjang dan mata birunya, tetapi juga karena satu kesalahpahaman yang terus berulang. Ras ini tidak berasal dari Pegunungan Himalaya, melainkan hasil persilangan yang sengaja dikembangkan manusia.

Wajah datar, tubuh berbulu lebat, dan karakter yang tenang membuatnya mudah dikenali di antara banyak ras kucing lain. Di balik penampilannya yang khas, Himalaya menyimpan sejarah pengembangbiakan yang cukup panjang dan beberapa fakta yang sering luput dipahami.

Asal-usulnya dari persilangan, bukan dari alam liar

Kucing Himalaya mulai dikembangbiakkan pada tahun 1930-an. Virginia Cobb dan Dr. Clyde Keeler dari Harvard Medical School mengembangkan ras ini dengan tujuan menggabungkan karakteristik Persia dan Siam.

Tujuan awalnya adalah menciptakan ras yang unik dan menonjol di pertunjukan kucing. Dari sana, Himalaya berkembang menjadi salah satu ras yang mudah dikenali karena tampilannya yang sangat khas.

Nama “Himalaya” tidak merujuk ke wilayah asal

Nama Himalaya sering membuat orang mengira ras ini punya kaitan geografis dengan pegunungan yang sama. Kenyataannya, sebutan itu lebih merujuk pada kemiripan warna dan tampilan fisik dengan kelinci Himalaya.

Perpaduan bulu Persia dan mata biru dari Siam menghasilkan ciri visual yang berbeda dari banyak ras lainnya. Kombinasi inilah yang membuat nama tersebut melekat, meski tidak ada hubungan langsung dengan kawasan Himalaya.

Pengakuan formal baru datang pada 1957

Meski pengembangbiakannya dimulai lebih awal, pengakuan resmi terhadap kucing Himalaya baru terjadi pada tahun 1957. Cat Fanciers’ Association atau CFA menetapkannya sebagai ras kucing yang diakui.

Pengakuan itu memperkuat posisi Himalaya sebagai ras yang eksotis dan menarik perhatian para pecinta kucing. Dalam kelompok Persia, ras ini juga disebut sebagai bagian dari trah yang dikenal luas.

Karakternya tenang dan dekat dengan manusia

Selain penampilan, sifat menjadi alasan lain mengapa Himalaya digemari. Kucing ini dikenal tenang, setia, dan ramah sehingga sering dipilih sebagai teman di rumah.

Himalaya juga berorientasi pada manusia dan bisa mengalami depresi jika ditinggal sendirian terlalu lama. Meski tidak seaktif beberapa ras lain, kucing ini tetap cerdas dan bisa diajak bermain.

Wajah datar membawa konsekuensi kesehatan

Struktur wajah datar pada kucing Himalaya bukan hanya soal penampilan. Moncong yang pendek dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuatnya lebih rentan terhadap panas.

Karena itu, ras ini lebih nyaman berada di lingkungan yang sejuk. Selain itu, bentuk wajahnya juga membuat Himalaya rentan terhadap masalah pernapasan, penyumbatan saluran air mata, dan gangguan gigi.

Ada pula risiko genetik tinggi terkena Polycystic Kidney Disease atau PKD, yaitu penyakit yang dapat merusak fungsi ginjal seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan calon pemilik.

Ada dua tipe wajah yang sama-sama dikenal

Tidak semua kucing Himalaya memiliki bentuk wajah yang sama. Tipe Doll-Face memiliki hidung yang lebih maju dan biasanya lebih minim gangguan pernapasan.

Sementara itu, Ultra-Face atau Peke-Face memiliki wajah sangat datar dengan hidung yang sejajar atau sangat dekat dengan mata. Tipe ini mirip Persia pameran dan menjadi salah satu ciri paling mencolok pada ras ini.

Dengkurnya punya ciri yang berbeda

Bentuk wajah yang datar juga memengaruhi suara dengkuran Himalaya. Karena moncongnya pendek, dengkuran kucing ini bisa terdengar berbeda dari kucing bermoncong lebih panjang.

Dalam komunikasi kucing, dengkuran dapat menandakan kepuasan, relaksasi, atau kebutuhan tertentu. Pada Himalaya, karakter suara itu ikut menjadi bagian dari daya tarik yang membedakannya dari ras lain.

Pernah tampil di film dan media populer

Popularitas Himalaya juga didorong oleh kehadirannya di layar. Ras ini sering dipilih untuk acara TV, film, dan media sosial karena tampilannya menarik dan karakternya mudah memikat penonton.

Beberapa judul seperti Homeward Bound, seri Harry Potter, dan Meet the Parents Trilogy menampilkan kucing Himalaya. Kehadiran di media populer ikut memperluas daya tarik ras ini di luar lingkaran pecinta kucing.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru