Laptop tipis dan ringan kini tidak lagi identik dengan tenaga seadanya. Di kelas premium, sejumlah model justru menawarkan prosesor yang sanggup menangani multitasking, kerja kreatif, dan mobilitas harian tanpa membuat pengguna merasa terbebani oleh bodi yang besar.
Pilihan seperti ini semakin dicari karena banyak pengguna ingin perangkat yang mudah dibawa, tetapi tetap siap dipakai untuk kerja serius. Dari ultrabook premium, convertible, hingga model dengan prosesor AMD, pasar menghadirkan kombinasi desain ramping, bobot ringan, dan hardware yang masih relevan untuk kebutuhan modern.
Model paling ringkas dengan tenaga premium
ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406) menjadi salah satu yang paling menonjol di kelompok ini karena bobotnya sekitar 1,2 kg. Laptop ini juga membawa bodi sangat tipis serta material daur ulang bersertifikasi Global Recycled Standard atau GRS.
Perangkat ini mengandalkan Intel Core Ultra 7 Processor 258V dengan Intel AI Boost NPU yang diklaim mampu menghasilkan hingga 47 TOPS AI performance. Dukungan RAM 32 GB LPDDR5X, SSD PCIe 4.0 1 TB, dan layar 14 inci OLED 2.8K membuatnya cocok untuk pengguna yang membutuhkan laptop premium dan portabel.
Masih dari keluarga Zenbook, ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) menawarkan pendekatan berbeda lewat panel dan platform yang dipakai. Laptop ini memakai Intel Core Ultra Processor Series 1, Intel Arc Graphics, serta Intel AI Boost NPU.
Layar 14 inci OLED 3K 120Hz dengan sertifikasi VESA DisplayHDR menjadi salah satu daya tarik utamanya. Dengan bobot sekitar 1,2 kg, ketebalan 14,9 mm, RAM hingga 32 GB LPDDR5X, dan SSD PCIe 4.0 hingga 1 TB, model ini tetap siap untuk pekerjaan berat.
Convertible yang fleksibel untuk kerja dan presentasi
ASUS ZenBook Flip S UX370UA hadir bagi pengguna yang membutuhkan laptop dengan engsel 360 derajat. Desain convertible ini memungkinkan perangkat dipakai sebagai laptop, tablet, atau mode presentasi sesuai kebutuhan.
Laptop ini ditenagai Intel Core i7-8550U Processor, RAM 16 GB LPDDR3, dan SSD PCIe 3.0 512 GB. Layarnya berukuran 13,3 inci dengan resolusi 4K UHD dan panel touchscreen, sehingga mendukung interaksi langsung yang lebih leluasa.
Acer Spin 7 (SP714-51) juga masuk ke kategori convertible ultra-tipis dengan ketebalan sekitar 10,9 mm. Bentuknya yang sangat ramping membuat perangkat ini menonjol di antara laptop ringan lain pada kelasnya.
Perangkat ini memakai Intel Core i7-7Y75 Processor, Intel HD Graphics 615, RAM 8 GB LPDDR3, dan SSD PCIe 256 GB. Layarnya 14 inci Full HD IPS sudah dilapisi Corning Gorilla Glass 5 dan mendukung multi-mode usage untuk skenario kerja yang lebih variatif.
Opsi lain yang masih relevan dari generasi sebelumnya
ASUS Vivobook 14 Flip OLED (TP3407AA) menjadi pilihan menarik untuk kebutuhan kerja fleksibel. Bobotnya sekitar 1,40 kg dengan ketebalan 1,79 cm, sehingga masih nyaman dibawa bepergian.
Laptop ini tersedia dengan Series 3 Intel Core 7 150U atau Core 5 120U, dipadukan dengan RAM 8 GB dan Intel Graphics. Layar 14 inci FHD anti-glare juga membantu menjaga kenyamanan saat dipakai bekerja dalam durasi panjang.
ASUS ZenBook 3 UX390UA mewakili ultrabook premium generasi sebelumnya yang masih relevan dari sisi desain. Bodinya memakai material aluminium ultra-tipis, dengan Intel Core i7-7500U Processor, RAM hingga 16 GB LPDDR3, dan SSD PCIe hingga 512 GB.
Laptop ini menggunakan Intel HD Graphics 620 dan layar 12,5 inci Full HD panel IPS-level. Ukurannya yang ringkas membuatnya tetap menarik bagi pengguna yang memprioritaskan portabilitas dan tampilan premium.
Alternatif berbahan aluminium dengan prosesor AMD
Lenovo IdeaPad 720S-13ARR menawarkan pendekatan berbeda lewat prosesor AMD. Laptop ini memakai AMD Ryzen 5 2500U Mobile Processor dengan grafis terintegrasi AMD Radeon Vega 8 Graphics.
Bodinya menggunakan material aluminium premium dan mengusung desain tipis yang tetap terlihat elegan. Dukungan RAM 8 GB DDR4, SSD PCIe 512 GB, dan layar 13,3 inci Full HD IPS membuatnya tetap layak dipertimbangkan untuk kebutuhan produktivitas harian.
Deretan laptop tersebut menunjukkan bahwa perangkat tipis kini tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga tenaga pemrosesan yang lebih siap untuk beban kerja modern. Kehadiran Intel Core Ultra, Intel Core, AMD Ryzen, RAM LPDDR5X, SSD PCIe NVMe, hingga sertifikasi seperti Intel Evo memperlihatkan bahwa portabilitas dan performa bisa berjalan seimbang dalam satu perangkat.
Source: teknologi.bisnis.com






