Kompleksitas transformasi digital kini bukan lagi soal memilih teknologi, tetapi memastikan seluruh sistem dapat terhubung dan berjalan bersama. Di tengah kondisi itu, XLSmart for Business menempatkan diri sebagai mitra integrator bagi korporasi yang harus mengelola AI, cloud, pusat data, keamanan siber, dan konektivitas sekaligus.
Direktur & Chief Enterprise Business Officer XLSmart, Andrijanto Muljono, menyebut dunia digital saat ini ditopang oleh tujuh pilar utama, yakni data, perangkat, konektivitas, aplikasi, keamanan, infrastruktur digital, serta AI dan analitik data. Menurut dia, ketujuh pilar itu sudah menjadi kebutuhan bagi individu maupun perusahaan.
“Kalau disederhanakan, semesta dunia digital itu ada tujuh pilar. Mulai dari data, perangkat, konektivitas, aplikasi, keamanan, infrastruktur digital seperti cloud, data center dan GPU, hingga AI dan data analytics,” ujar Andrijanto dalam Bravo 500 Summit 2026 yang digelar XLSMART for Business, Kamis, Jakarta (11/6/2026).
Integrasi Jadi Tantangan Utama
Andrijanto menilai persoalan terbesar korporasi saat ini bukan hanya menentukan teknologi yang dipakai, melainkan mengintegrasikan berbagai solusi digital yang tersedia di pasar. Ia menyebut banyak perusahaan belum memiliki pemahaman menyeluruh atas seluruh komponen yang dibutuhkan dalam transformasi digital.
“Isunya adalah ketujuh hal ini sudah menjadi keniscayaan bagi korporasi dan individu. Tapi pertanyaannya, siapa yang benar-benar memiliki pengetahuan lengkap mengenai ketujuh pilar ini? Bahkan rata-rata CEO mungkin hanya memahami sekitar 20% saja,” katanya.
Masalah lain datang dari banyaknya pilihan merek dan penyedia layanan. Kondisi itu membuat perusahaan harus lebih cermat menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka, termasuk ketika sumber daya untuk berinvestasi sebenarnya tersedia.
“Kalaupun memiliki sumber daya untuk membeli semuanya, pertanyaan berikutnya adalah mau membeli yang mana. Karena brand begitu banyak, supplier begitu banyak, dan yang terlibat juga sangat banyak,” ucapnya.
XLSmart Ambil Peran sebagai Penghubung
Menurut Andrijanto, kebutuhan terhadap talenta digital, platform orkestrasi, dan kebijakan yang mendukung transformasi juga membuat integrasi menjadi semakin penting. Dalam konteks itu, XLSmart for Business berupaya menghubungkan berbagai komponen dalam ekosistem digital perusahaan.
Ia menggambarkan peran itu sebagai satu kapal induk yang mengorkestrasi seluruh elemen digital untuk kebutuhan internal maupun pelanggan bisnis. “Saya coba gambarkan dalam satu kapal induk, inilah XLSmart for Business. Karena kami di dunia telekomunikasi, hidup kami sehari-hari adalah mengorkestrasi tujuh pilar digital ini untuk kebutuhan kami sendiri,” kata dia.
XLSmart sendiri merupakan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren yang secara resmi telah beroperasi sekitar 1 tahun 4 bulan. Perusahaan kini memiliki tiga lini bisnis utama, yaitu layanan konsumen, layanan internet rumah, dan layanan bisnis atau enterprise.
Forum untuk Kolaborasi Industri
Melalui Bravo 500 Summit 2026 yang mengusung tema “AI dan Integrasi Data”, XLSMART for Business ingin membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya. Forum ini juga diarahkan untuk memperdalam pemahaman mengenai perkembangan teknologi digital yang bergerak sangat cepat.
Andrijanto menilai pertemuan seperti ini penting agar para CEO, level C, pelaku industri, hingga regulator bisa saling menambah wawasan dan memperluas relasi. “Forum ini menjadi sangat penting agar para CEO, C-Level, pelaku industri, hingga regulator dapat menambah wawasan, memperluas relasi, dan berkolaborasi untuk bertumbuh bersama. Mari kita hadirkan solusi untuk korporasi dan solusi untuk negeri,” tutupnya.
