Windows 11 Makin Responsif, Update Juni Bikin Start Menu Terasa Lebih Cepat

Author: Redaksi Android62

Microsoft kembali mengirim pembaruan besar untuk Windows 11 yang menyorot satu masalah lama yang paling sering dirasakan pengguna, yaitu lambatnya respons di bagian inti sistem. Melalui update Juni, Start Menu, Search, peluncuran aplikasi, hingga unduhan dari Windows Store diklaim mendapat dorongan performa yang lebih terasa.

Pembaruan ini hadir sebagai KB5094126 dengan OS Builds 26200.8655 dan 26100.8655 di Windows Update. Perubahan yang paling menonjol adalah hadirnya profil latensi rendah baru yang dirancang agar navigasi sistem terasa lebih mulus saat pengguna membuka elemen penting seperti Start Menu, Action Center, Search, atau menjalankan aplikasi.

CPU Naik Cepat Saat Elemen Sistem Dibuka

Cara kerja profil ini dibuat sederhana. Saat pengguna membuka elemen sistem atau aplikasi, CPU akan langsung terdorong ke kecepatan maksimum selama satu hingga beberapa detik, lalu kembali turun setelah beban awal berlalu.

Dengan pola itu, Windows tidak perlu lagi menunggu clock CPU naik bertahap saat beban mulai meningkat. Dampaknya terasa pada momen singkat yang sering diulang sepanjang hari, terutama ketika jendela sistem atau aplikasi dibuka berulang kali.

Meski masuk ke pembaruan keamanan Juni, profil latensi rendah ini tidak langsung aktif untuk semua orang. Pengguna dapat memeriksanya lewat Task Manager atau alat pihak ketiga seperti HWiNFO64 dengan melihat lonjakan singkat kecepatan CPU saat membuka elemen sistem.

Start Menu dan Search Ikut Dibantu

Microsoft memang sudah beberapa bulan memperbaiki Start Menu, dan profil latensi rendah ini tampaknya menjadi pelengkap dari rangkaian perubahan tersebut. Dalam penggunaan sehari-hari, Start Menu disebut terasa lebih responsif, sementara peluncuran aplikasi juga menunjukkan peningkatan yang bahkan terasa pada sistem gaming yang bertenaga.

Windows Search juga ikut mendapat dorongan performa. Hasil pencarian kini mulai muncul setelah dua karakter diketik, sehingga proses mencari aplikasi atau item lain terasa lebih cepat bagi pengguna yang sering mengandalkan tombol Start dan pengetikan.

Perubahan lain menyasar bagian yang kerap dikeluhkan pengguna, terutama unduhan dan pemasangan dari Windows Store. Proses tersebut kini seharusnya jauh lebih cepat dibanding sebelumnya, ketika banyak pengguna merasa aktivitas itu berjalan sangat lambat.

Fitur Baru dan Perubahan di Balik Layar

Di sisi fitur, update Juni membawa dukungan multi-app camera yang memungkinkan pengguna berada dalam panggilan Zoom sambil mengambil selfie. Ada pula Shared Audio, yang memungkinkan Windows menyiarkan audio ke dua headphone atau earbuds yang mendukung Bluetooth LE.

Pengguna juga bisa memberi nama folder akun sesuai keinginan saat menyiapkan instalasi Windows baru. Selain itu, Microsoft menambahkan alat pemantauan NPU baru di Task Manager untuk PC yang memiliki chip AI khusus.

Perubahan terbesar justru berada di sisi keamanan. Microsoft telah menambal 206 kerentanan, dengan banyak di antaranya berstatus kritis atau parah dan mencakup risiko seperti privilege escalation, remote code execution, information disclosure, hingga spoofing.

Salah satu yang paling serius adalah CVE-2026-45657, kerentanan remote code execution di level kernel dengan skor ancaman 9,8. Dalam blog post dari Mei, Microsoft juga menyebut AI mempercepat penemuan celah keamanan sehingga peneliti defensif maupun penyerang dapat menjalankan penetration testing dalam skala yang jauh lebih besar.

Masih ada perubahan lain yang sedang disiapkan untuk build publik berikutnya. Neowin melaporkan pengguna nantinya bisa menambah atau menghapus setiap bagian Start Menu, bahkan menonaktifkan semuanya sampai yang tersisa hanya pemberitahuan bahwa seluruh bagian Start telah dimatikan.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru