Posisi tubuh saat berkendara sering dianggap sepele, padahal justru menjadi penentu utama kenyamanan dan kendali motor di jalan. Jika postur tidak tepat, tubuh lebih cepat pegal dan konsentrasi pun mudah menurun dalam perjalanan jauh.
Karena itu, kebiasaan sederhana seperti memperbaiki duduk, tangan, kaki, dan arah pandang perlu dibiasakan sejak awal perjalanan. Astra Motor Sumsel menekankan hal ini melalui kampanye keselamatan berkendara #Cari_Aman.
Postur yang Benar Membantu Tubuh Tetap Rileks
Menurut Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, postur berkendara yang tepat membuat pengendara lebih nyaman, tidak mudah lelah, dan lebih mudah mengendalikan motor. Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana sejak awal perjalanan dapat memberi dampak besar terhadap keselamatan dan rasa nyaman di jalan raya.
Postur yang benar juga membantu pengendara menjaga fokus lebih lama saat menghadapi lalu lintas yang dinamis. Dengan tubuh yang lebih rileks, ketegangan pada punggung, bahu, dan tangan bisa berkurang selama perjalanan.
7 Postur yang Perlu Dijaga
| Postur | Fungsi Utama | Dampak bagi Pengendara |
|---|---|---|
| Mata mengarah jauh ke depan | Mengamati situasi lalu lintas lebih awal | Memberi waktu lebih cukup untuk mengantisipasi bahaya |
| Bahu rileks | Mengurangi ketegangan tubuh bagian atas | Tubuh tidak mudah lelah |
| Sikut sedikit ditekuk | Bekerja sebagai suspensi alami | Guncangan lebih terasa reda saat berkendara |
| Tangan menggenggam setang dengan empat jari | Memberi pegangan yang nyaman dan tetap siap mengoperasikan tuas | Kontrol motor tetap optimal |
| Pinggul pada posisi sesuai desain jok | Menjaga keseimbangan tubuh | Posisi duduk tidak terlalu maju atau mundur |
| Lutut menjepit bodi atau rangka motor | Menambah stabilitas tubuh | Lebih stabil saat berbelok atau melewati jalan bergelombang |
| Kaki berada di atas footstep | Menjaga posisi tubuh tetap stabil | Siap melakukan manuver dengan aman |
Pandangan ke depan menjadi bagian pertama yang perlu dijaga karena memberi kesempatan lebih besar untuk membaca kondisi jalan. Dengan begitu, pengendara bisa mengantisipasi potensi bahaya lebih cepat sebelum situasi berkembang lebih jauh.
Setelah itu, bahu yang rileks dan sikut yang sedikit ditekuk membantu tubuh tidak kaku selama perjalanan. Tangan juga perlu tetap menggenggam setang secara nyaman agar motor mudah dikendalikan tanpa membuat lengan cepat tegang.
Bagian pinggul, lutut, dan kaki sama pentingnya karena ketiganya menjaga stabilitas tubuh saat motor bergerak. Posisi yang sesuai membantu pengendara lebih siap menghadapi tikungan maupun permukaan jalan yang tidak rata.
Prinsip yang Perlu Dibiasakan Sejak Awal Perjalanan
Fathan menambahkan bahwa membiasakan postur berkendara yang benar bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga soal kesiapan menghadapi berbagai situasi di jalan. Astra Motor Sumsel menilai prinsip #Cari_Aman perlu diterapkan sejak awal perjalanan, bukan setelah tubuh terasa pegal.
Kebiasaan kecil seperti memperbaiki posisi duduk, tangan, dan kaki dapat memberi perbedaan besar terhadap rasa nyaman dan kendali berkendara. Dengan tujuh postur ini, perjalanan jauh di atas sepeda motor bisa terasa lebih ringan, lebih stabil, dan lebih aman.
Pengendara juga diingatkan untuk menjaga kebiasaan tersebut secara konsisten agar manfaatnya benar-benar terasa di setiap perjalanan. Saat postur tubuh terjaga, fokus berkendara lebih mudah dipertahankan dan tubuh tidak cepat kehilangan tenaga di jalan.
