Perubahan di Tangan dan Kaki Bisa Jadi Tanda Akhir Kehidupan, Ini Gejala yang Muncul Lebih Dulu

Author: Redaksi Android62

Tangan dan kaki yang terasa lebih dingin sering menjadi salah satu perubahan paling awal saat tubuh mendekati akhir kehidupan. Ketika sirkulasi darah melambat, tubuh mengalihkan aliran darah ke organ vital, sehingga bagian yang paling jauh dari pusat tubuh ikut menunjukkan perubahan lebih dulu.

Perubahan itu biasanya tidak berdiri sendiri. Napas, warna kulit, tingkat kesadaran, hingga suara pernapasan juga dapat berubah dalam fase akhir kehidupan, dan tanda-tanda ini kerap muncul secara bertahap.

Perubahan yang paling mudah dikenali

Bagian tubuh seperti tangan, kaki, lengan, dan tungkai dapat terasa lebih dingin saat disentuh. Selain itu, kulit bisa menampilkan bercak-bercak atau pola belang yang dikenal sebagai mottling.

Pada kulit terang, bercak tersebut dapat terlihat kebiruan atau kemerahan. Sementara itu, pada kulit yang lebih gelap, warnanya bisa tampak keunguan atau kecokelatan.

Tanda yang Terlihat Bentuk Perubahan Waktu Umum Muncul
Tangan dan kaki Terasa lebih dingin Beberapa hari hingga beberapa jam sebelum meninggal
Kulit Bercak kebiruan, kemerahan, keunguan, atau kecokelatan Tahap akhir kehidupan

Napas dan kesadaran juga ikut berubah

Selain pada tangan dan kaki, perubahan lain terlihat dari pola napas. Napas dapat menjadi lebih lambat, lebih dangkal, atau tidak teratur, sementara penumpukan air liur dan lendir dapat menimbulkan suara berderak yang dikenal sebagai death rattle.

Di jam-jam terakhir, banyak orang tidur lebih lama atau kehilangan kesadaran sepenuhnya. Meski begitu, para ahli meyakini mereka masih mungkin mendengar suara atau merasakan sentuhan dari orang-orang di sekitarnya.

Tanda fisik lain yang kerap menyertai

Marie Curie menyebut kulit wajah dapat tampak lebih pucat dan seperti lilin, disertai otot wajah yang lebih rileks. Kondisi ini sering berjalan seiring dengan penurunan respons tubuh secara umum.

  • Napas terdengar berisik karena penumpukan cairan seperti air liur atau lendir di tenggorokan dan dada.
  • Pola napas menjadi lebih lambat dan tidak teratur, dengan jeda yang makin panjang.
  • Tangan, kaki, lengan, dan tungkai terasa lebih dingin karena aliran darah menurun.
  • Warna kulit tampak sedikit kebiruan, terutama di bibir, hidung, pipi, telinga, lidah, atau bagian dalam mulut pada kulit yang lebih gelap.
  • Kulit tampak belang atau bercak-bercak dengan warna yang berbeda, atau mottled skin.

Gerakan meraih yang kadang terlihat menjelang ajal

Sejumlah perawat juga mengamati fenomena yang disebut death reach, yaitu gerakan mengangkat tangan atau lengan seolah-olah meraih sesuatu di atas pasien. Praktisi perawat sekaligus pelatih pendampingan akhir hayat, Katie Duncan, menyebut gerakan ini cukup sering terjadi pada pasien yang mendekati akhir hayat.

Dalam video TikTok yang dikutip health.detik.com, Duncan mengatakan fenomena itu belum bisa dijelaskan. Ia juga menuturkan bahwa gerakan tersebut kerap dikaitkan dengan visi menjelang kematian, ketika sebagian pasien mengaku melihat cahaya terang, malaikat, anggota keluarga yang telah meninggal, atau hewan peliharaan yang sudah tiada.

Bagi keluarga, momen seperti ini bisa terasa emosional, tetapi Duncan menegaskan gerakan itu tidak menandakan pasien sedang kesakitan. Marie Curie menyarankan keluarga tetap berada di sisi pasien, berbicara lembut, menggenggam tangan, atau mengusap kulitnya perlahan meski pasien tampak tidak sadarkan diri.

Lama proses menuju kematian berbeda pada tiap orang

Menurut Cleveland Clinic, durasi proses menuju kematian dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, pengobatan yang sedang dijalani, dan penyebab kematian. Karena itu, tanda-tanda akhir kehidupan tidak selalu muncul dalam tempo yang sama pada setiap orang.

Henti jantung mendadak yang tidak segera ditangani dapat berujung pada kematian dalam hitungan menit. Sebaliknya, pada penyakit kronis yang berlangsung lama, proses menuju kematian bisa berjalan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

Pada penyakit yang umum menjadi penyebab kematian di dunia, seperti penyakit jantung, penyakit paru kronis, dan kanker, terapi yang tersedia kini dapat memperpanjang harapan hidup. Karena prosesnya bertahap, tanda-tanda bahwa kematian sudah mendekat juga cenderung lebih mudah dikenali.

Berita Terbaru