Tablet kelas Rp5 hingga Rp6 jutaan pada 2026 makin sulit diabaikan karena banyak model sudah membawa performa yang cukup untuk kerja, belajar, multitasking, hingga hiburan berat. Di segmen ini, pengguna tidak lagi hanya mencari layar besar, melainkan perangkat yang benar-benar sanggup mendekati fungsi laptop ringan.
Perubahan itu terlihat jelas dari daftar model yang hadir dengan chipset kencang, refresh rate tinggi, baterai besar, dan fitur modern. Kombinasi tersebut membuat tablet di kelas harga ini semakin relevan bagi pembaca yang ingin satu perangkat untuk aktivitas harian sekaligus kebutuhan mobilitas.
Performa paling agresif datang dari Xiaomi dan Poco
Xiaomi Pad 7 dan Poco Pad menjadi dua opsi yang paling menonjol bagi pengguna yang mengejar kecepatan. Keduanya sama-sama memakai Snapdragon 7 Plus Gen 3, layar 11,2 inci 3,2K, serta refresh rate 144 Hz yang membuat navigasi terasa sangat mulus.
Xiaomi Pad 7 dibekali RAM 8 GB, baterai 8.850 mAh, dan 45W Turbo Charge. Poco Pad menawarkan RAM 8 GB dan internal 512 GB, dengan baterai 8.850 mAh serta pengisian 45W yang memberi ruang simpan lebih lega.
Tablet layar besar untuk kerja panjang dan nyaman di mata
Honor Pad 10 hadir sebagai pilihan yang menonjol di sisi kenyamanan penggunaan. Tablet ini membawa layar 12,1 inci 2,5K 120 Hz dengan Eye Comfort Display, lalu didukung baterai 10.100 mAh dan pengisian 35W.
Di kelas layar yang lebih besar lagi, Motopad 60 Pro menawarkan panel IPS 12,7 inci 3K 144 Hz. Perangkat ini memakai MediaTek Dimensity 8300, RAM 8 GB, dan baterai 10.200 mAh dengan pengisian 45W, sehingga posisinya menjadi salah satu yang paling tinggi di daftar ini.
Opsi Samsung mengarah ke fitur modern dan fleksibilitas koneksi
Samsung Galaxy Tab S10 Lite masuk ke kelompok harga ini dengan banderol Rp5,2 jutaan. Tablet tersebut membawa layar 10,9 inci TFT LCD WUXGA 90 Hz, chipset Exynos 1380, RAM hingga 8 GB, dan memori internal sampai 512 GB yang masih bisa ditambah MicroSD hingga 2 TB.
Perangkat ini juga dibekali baterai 8.000 mAh dengan fast charging 45W. Samsung menambahkan Galaxy AI key dan Circle to Search, serta menyediakan varian WiFi only dan 5G untuk kebutuhan yang lebih fleksibel.
Samsung Galaxy Tab A11 Plus 5G ditujukan untuk pengguna yang sering bekerja di luar ruangan. Tablet ini memakai layar 11 inci WUXGA, Dimensity 7300 4nm, RAM 6 GB, internal 128 GB, dan baterai 7.040 mAh dengan pengisian 25W.
Model lain yang kuat untuk hiburan dan mobilitas
Motopad 60 Neo hadir sebagai opsi Rp5,3 jutaan dengan chipset Dimensity 6300 6nm dan layar IPS 11 inci 2,5K 90 Hz. Tablet berbasis Android 15 ini membawa RAM 4 GB, internal 128 GB UFS 2.2, baterai 7.040 mAh, dan empat speaker Dolby Atmos.
Huawei MatePad 11.5 juga menarik bagi pengguna yang mengutamakan bodi tipis dan mudah dibawa. Dengan ketebalan hanya 6,1 mm, tablet ini menawarkan layar 2,5K 120 Hz dengan kecerahan hingga 600 nits, ditopang Kirin T82B, RAM dan storage 8/256 GB, serta baterai 10.000 mAh 40W.
Bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga kerja kreatif
Di kelompok harga ini, tablet mulai dipakai untuk mencatat ide, kerja kreatif, dan kebutuhan produktivitas jangka panjang. Huawei MatePad 11.5 sudah kompatibel dengan pena digital M-Pencil generasi ketiga, sementara Honor Pad 10 dan Samsung Galaxy Tab S10 Lite sama-sama menawarkan layar luas dan baterai besar untuk pemakaian lama.
Daftar ini menunjukkan bahwa tablet Rp5 hingga Rp6 jutaan pada 2026 sudah punya modal kuat untuk menggantikan laptop ringan di kebutuhan harian. Pengguna kini bisa memilih sesuai prioritas, mulai dari performa, daya tahan baterai, layar besar, hingga konektivitas 5G tanpa harus naik ke kelas harga yang jauh lebih mahal.
