Sebanyak 88 perusahaan publik kini menjadi sasaran utama program MY Value Up yang diluncurkan Securities Commission Malaysia bersama Bursa Malaysia. Kelompok ini disebut mewakili sekitar 80 persen kapitalisasi pasar di Bursa Malaysia, sehingga perubahan perilaku mereka dipandang dapat memberi dampak besar pada pergerakan pasar secara keseluruhan.
Fokus program ini bukan lagi sekadar membuat emiten patuh pada aturan, melainkan mendorong mereka menjadi pencipta nilai yang lebih aktif. Dengan cakupan yang sangat besar, otoritas pasar modal Malaysia ingin mendorong terbentuknya pasar yang lebih kuat, lebih menarik, dan lebih dihargai investor dalam jangka panjang.
Dorongan agar emiten berhenti berhenti di level kepatuhan
Peluncuran MY Value Up menunjukkan arah baru yang ingin ditempuh otoritas pasar modal Malaysia. Program ini dirancang agar perusahaan publik tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga menyusun strategi yang mampu memperkuat proposisi investasi mereka di mata pasar global.
Ketua Securities Commission Malaysia Datuk Mohammad Faiz Azmi menegaskan bahwa arah baru ini menuntut perubahan budaya di tubuh korporasi. Ia menyebut tujuan utama program adalah bergerak bersama dari budaya sekadar patuh aturan menuju budaya yang aktif menciptakan nilai.
88 emiten dengan pengaruh besar di pasar
Target program ini tidak dipilih secara acak, melainkan difokuskan pada 88 perusahaan publik yang memiliki bobot besar dalam pasar modal Malaysia. Masing-masing emiten dalam kelompok tersebut memiliki kapitalisasi pasar minimal sekitar RM4,2 triliun, sehingga pengaruhnya dianggap sangat penting bagi sentimen investor dan kualitas pasar.
Karena mewakili porsi dominan dari total kapitalisasi pasar, perbaikan di kelompok ini dinilai dapat menghasilkan efek berantai yang lebih luas. Otoritas pasar modal melihat perubahan pada perusahaan-perusahaan besar ini bisa membantu mendorong standar pasar yang lebih tinggi.
Nilai jangka panjang jadi pusat perhatian
Program MY Value Up juga ditempatkan dalam konteks ambisi pasar modal Malaysia untuk tumbuh lebih cepat dari Produk Domestik Bruto. Pemerintah memproyeksikan nilai pasar modal naik dari RM4,3 triliun pada 2025 menjadi sekitar RM5,8 triliun hingga RM6,3 triliun pada 2030.
Arah pertumbuhan tersebut menuntut emiten untuk punya disiplin modal yang lebih baik dan keputusan korporasi yang lebih terukur. Karena itu, SC dan Bursa Malaysia tidak hanya menekankan ekspansi, tetapi juga penguatan tata kelola agar pertumbuhan yang dikejar tetap berkelanjutan.
Tata kelola dan disiplin modal ikut diperketat
Dalam program ini, perhatian juga diarahkan pada peran dewan direksi dan akuntabilitas perusahaan. Pengawasan yang lebih kuat dianggap penting agar perusahaan publik menjaga disiplin modal dan tidak hanya mengejar pertumbuhan jangka pendek.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperbesar kepercayaan pasar terhadap emiten. Dengan tata kelola yang lebih baik, perusahaan juga diharapkan dapat mengambil keputusan korporasi yang lebih berkualitas dan lebih konsisten dalam jangka panjang.
Datuk Mohammad Faiz Azmi juga mendorong perusahaan-perusahaan besar untuk memperluas cara pandang mereka. Emiten tidak diminta hanya membandingkan diri dengan standar domestik, melainkan juga melihat posisinya terhadap perusahaan terbaik di kawasan maupun di luar kawasan.
Peran Bursa Malaysia dalam penemuan harga
Dari sisi bursa, MY Value Up diarahkan untuk memperbaiki proses penemuan harga saham. CEO Bursa Malaysia Datuk Fad’l Mohamed mengatakan bahwa ketika strategi bisnis dan prospek perusahaan dijelaskan dengan lebih jelas, investor akan punya dasar yang lebih kuat untuk menilai nilai wajar sebuah emiten.
Ia menegaskan bahwa hal itu pada akhirnya mendukung penemuan harga yang lebih efektif dan membantu menciptakan pasar modal yang lebih hidup. Bursa Malaysia ingin pasar memberi penghargaan yang lebih besar kepada nilai korporasi jangka panjang, bukan semata pergerakan harga sesaat.
Kepercayaan pasar masih menjadi pekerjaan rumah
Meski program ini membawa ambisi besar, tantangan kepercayaan pasar masih membayangi bursa Malaysia. Laporan The Edge Malaysia menyoroti persoalan tata kelola perusahaan dan lemahnya penegakan hukum yang kredibel sebagai faktor yang kerap menekan performa pasar.
Sejumlah kasus manipulasi pasar di masa lalu dan skandal korporasi besar seperti Serba Dinamik ikut memberi bayangan terhadap persepsi investor. Karena itu, keberhasilan MY Value Up akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan kemampuan otoritas memperbaiki kepercayaan pasar.
Panduan resmi segera hadir
Sebagai bagian dari implementasi, sebuah buku panduan yang menjelaskan ekspektasi di bawah MY Value Up akan dirilis pada paruh pertama tahun ini. Panduan itu diposisikan sebagai acuan agar perusahaan publik lebih jelas memahami arah penciptaan nilai yang diharapkan.
SC dan Bursa Malaysia juga mengaitkan inisiatif ini dengan peningkatan literasi keuangan serta aksesibilitas bagi investor ritel. Pemanfaatan kecerdasan buatan dan platform digital disiapkan untuk memperluas jangkauan informasi pasar dan membantu investor menilai kualitas emiten dengan lebih baik.
Dengan kombinasi tata kelola yang lebih kuat, disiplin modal yang lebih ketat, dan komunikasi strategi yang lebih terbuka, MY Value Up menjadi sinyal bahwa Malaysia ingin membangun pasar modal yang lebih kompetitif. Program ini menempatkan penciptaan nilai jangka panjang sebagai ukuran utama, sekaligus memberi dorongan agar emiten besar tampil lebih sehat, lebih transparan, dan lebih relevan bagi investor.
