A Summer Bluer Jadi Titik Balik Decemberism, Membuka Jalan Menuju Album Perdana

Author: Redaksi Android62

Perilisan A Summer Bluer menjadi langkah penting bagi Decemberism karena single ini bukan hanya materi baru, tetapi juga penanda arah baru menuju album penuh pertama mereka. Lagu tersebut sudah tersedia di berbagai platform streaming digital sejak 17 April 2026 dan sekaligus menandai masuknya unit asal Sidoarjo itu sebagai roster di bawah label Haum Entertainment.

Di balik rilis itu, Decemberism kini digerakkan oleh Lambang Akbar Ramadhan pada gitar serta Abiezar Akbar Pramestio pada vokal dan gitar. Formasi ini membawa warna yang lebih matang, terutama karena A Summer Bluer disiapkan sebagai titik awal untuk membuka ulang jalur kreatif band.

Secara tema, lagu ini berputar pada perpisahan, proses melanjutkan hidup, dan usaha berdamai dengan kenangan. Nuansa hangat tetap terasa, tetapi lapisan sendu di dalamnya membuat lagu ini bergerak di wilayah melankoli yang cukup kuat.

Lambang Akbar Ramadhan menulis sekaligus mengomposisi lagu ini. Ia memakai metafora “a summer bluer than the surface of the sea” untuk menggambarkan kesedihan yang dalam, sementara warna biru dipakai sebagai simbol perasaan, kesetiaan, dan sendu.

Lambang juga melihat A Summer Bluer sebagai karya yang sederhana, tetapi punya makna kuat tentang berpindah ke fase hidup berikutnya. Ia menegaskan bahwa meninggalkan keadaan tertentu memang berat, namun langkah ke depan tetap perlu diambil.

Nuansa sinematik dalam lirik

Dari sisi penulisan, A Summer Bluer membawa jejak estetika film-film Jepang. Lambang menyebut Iwai Shunji, Miki Takahiro, dan Koreeda Hirokazu sebagai referensi yang ikut membentuk suasana emosional lagu ini.

Pengaruh itu terasa pada cara lagu membangun atmosfer yang tenang dan puitis. Hasilnya, A Summer Bluer tidak hanya berdiri sebagai lagu, tetapi juga seperti narasi personal yang bergerak dengan rasa sinematik.

Arah musik yang lebih segar

Secara musikal, Decemberism memadukan pengaruh emo era 90-an seperti Texas is The Reason dan Mineral dengan sentuhan band Jepang seperti Supercar dan Bluebeard. Perpaduan itu membuat identitas mereka tetap emosional, tetapi terasa lebih segar dalam penyajiannya.

Proses produksinya juga melibatkan musisi lintas proyek untuk memperkuat bagian instrumen. Bass tambahan diisi Gangsar Priyambodo, sedangkan drum tambahan digarap Prima Panji dari Reverie/Voorstad.

Rekaman vokal dan gitar dilakukan di Selfrecs Studio oleh Alwan Hilal Cessaro. Sementara itu, proses mixing dan mastering dikerjakan Ayok dari Griffin Studio.

Visual yang ikut menguatkan pesan lagu

Konsep visual A Summer Bluer dibuat dengan menonjolkan mono no aware, istilah estetika Jepang yang merujuk pada kesadaran bahwa segala sesuatu bersifat tak kekal. Foto-foto untuk artwork diambil langsung di Jepang oleh Anggra dan Yogi Fadillah.

Abiezar menilai pemilihan warna biru menjadi bagian penting dalam konsep visual tersebut. Warna itu dianggap sangat spesial untuk lagu ini, termasuk lewat pencarian referensi warna bernuansa Jepang.

Artwork dan visual itu digarap oleh Anggra dari Timeless bersama Yogi Fadillah. Kehadiran elemen visual yang kuat membuat A Summer Bluer terasa lebih utuh sebagai karya yang membangun identitas baru Decemberism.

Bagi Lambang, lagu ini bukan sekadar rilis tunggal, melainkan turning point untuk memulai ulang arah kreatif band. Dari titik ini, Decemberism mulai menyiapkan jalan menuju album penuh pertama mereka sambil menjaga konsistensi emosi dan karakter musik yang telah mereka bangun.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru