The Papas Pilih Pop Rock Sebagai Jalur Debut, Menghidupkan Lagi Rasa Era 2000-an

Author: Redaksi Android62

The Papas membuka langkah pertamanya di industri musik lewat “Menghilang”, sebuah lagu yang langsung menegaskan arah musikal mereka. Di tengah dominasi pop melankolis, band ini memilih menghidupkan kembali warna pop rock era 2005-2006 dengan kemasan yang terasa lebih modern.

Keputusan itu membuat debut The Papas terasa berbeda sejak awal. Mereka tidak datang dengan pendekatan aman, melainkan membawa identitas yang cukup jelas untuk memperkenalkan karakter band kepada pendengar.

Identitas band dan makna nama The Papas

The Papas digawangi Sky pada vokal, Bradley pada keyboard, Metz pada gitar, dan Cahyonoyz pada drum. Formasi ini menjadi fondasi dari warna musik yang mereka tampilkan lewat rilisan perdana.

Nama The Papas juga tidak dipilih tanpa alasan. Identitas itu dipakai untuk menggambarkan para personel yang tetap berkarya di tengah tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Makna tersebut memberi lapisan personal pada kehadiran mereka di panggung musik. Karena itu, The Papas tidak sekadar tampil sebagai band baru, tetapi juga membawa kedekatan tema dengan kehidupan banyak pendengar dewasa muda.

“Menghilang” sebagai pernyataan awal

Lagu “Menghilang” diposisikan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan karakter musikal The Papas. Rilisan ini bukan hanya debut biasa, tetapi juga penanda arah musik yang ingin mereka bangun ke depan.

Warna pop rock yang mereka pilih terasa akrab bagi pendengar yang mengenal era pertengahan 2000-an. Pada saat yang sama, pengemasannya dibuat agar tetap relevan bagi telinga masa kini.

Bradley, yang juga bertindak sebagai arranger, menilai pop rock memberi ruang untuk menghidupkan kembali nuansa 2005-2006. Ia melihat genre itu masih punya tempat selama dibawakan dengan sentuhan yang lebih modern.

Pilihan ini menunjukkan strategi The Papas dalam mencari ruang di tengah peta musik saat ini. Mereka tidak ingin terdengar terlalu keras seperti rock murni, tetapi juga tidak ingin masuk sepenuhnya ke jalur pop yang sudah banyak dipakai musisi lain.

Lagu tentang kehilangan yang dekat dengan banyak orang

Dari sisi cerita, “Menghilang” mengangkat perpisahan mendadak yang meninggalkan rasa kehilangan dan penyesalan. Lagu ini juga membawa harapan untuk bisa memutar waktu kembali saat hubungan berakhir tanpa kesiapan.

Windu, penulis lagu tersebut, menyebut karya ini lahir dari emosi yang dekat dengan banyak orang. Ia menjelaskan bahwa lagu itu dibangun dari rasa kehilangan, penyesalan, dan kerinduan terhadap hubungan yang selesai tanpa sempat dipersiapkan secara emosional.

Proses kreatifnya dimulai sejak Agustus 2025 dan melewati lima hingga enam kali revisi. Inspirasi awalnya datang dari fenomena hubungan asmara generasi Z, lalu diperkaya dengan sudut pandang personal agar emosi lagunya terasa lebih kuat.

Pendekatan itu membuat “Menghilang” tidak berhenti pada cerita putus hubungan semata. Lagu ini juga menangkap rasa kehilangan yang kerap muncul ketika sesuatu berakhir sebelum sempat diterima sepenuhnya.

Tantangan Sky saat merekam vokal

Di balik nuansa yang terdengar lembut dan emosional, Sky menghadapi penyesuaian besar saat proses rekaman. Dengan latar belakang rock yang kuat, ia harus menahan karakter vokalnya agar tetap sesuai dengan kebutuhan lagu.

Sky menyebut dirinya perlu meredam sisi rock yang biasa muncul dalam pembawaan vokal. Penyesuaian itu penting agar “Menghilang” tetap punya rasa manis dan emosi yang ingin disampaikan.

Proses tersebut ikut membentuk hasil akhir lagu debut The Papas. Dengan kombinasi vokal yang dikendalikan, aransemen yang mengarah ke pop rock, dan tema lirik yang dekat, “Menghilang” tampil sebagai pengenalan awal yang cukup tegas.

Langkah ini memperlihatkan bahwa The Papas datang dengan konsep yang sudah dipikirkan matang. Mereka membawa identitas personal, pilihan genre yang berbeda dari arus utama, dan energi pop rock yang pernah kuat pada pertengahan 2000-an.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru