AALI Bagi Rp458 per Saham, LPPF Susul Rp250 di Musim Dividen April 2026

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) menjadi dua emiten yang paling cepat memberi kepastian kepada investor di awal musim dividen April 2026. AALI menetapkan dividen tunai total Rp881,5 miliar atau Rp458 per saham, sementara LPPF membagikan Rp250 per saham dengan total Rp556,81 miliar.

Kepastian dari dua emiten ini membuat perhatian pasar tertuju pada saham-saham yang masuk rangkaian pembagian laba di pertengahan April 2026. Di saat yang sama, beberapa emiten lain seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) juga sudah menyampaikan rencana dividen, meski sebagian jadwalnya belum lengkap.

AALI jadi sorotan dengan dividen final dan interim

AALI menyalurkan dividen tunai sebesar Rp458 per saham untuk tahun buku 2025. Jumlah itu setara 60 persen dari laba bersih perusahaan yang mencapai Rp1,47 triliun.

Sekretaris Perusahaan Astra Agro Lestari, Tingning Sukowignjo, menyampaikan bahwa keputusan tersebut telah disetujui dalam RUPST pada 15 April 2026. Dalam keterbukaan informasi pada Sabtu, 18 April 2026, perseroan menegaskan pembagian itu dilakukan sesuai hasil RUPS tahunan.

Struktur pembayarannya juga sudah jelas. AALI menetapkan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 23 April 2026, lalu daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen dicatat pada 27 April.

Pembayaran dividen final AALI akan dilakukan pada 13 Mei 2026 sebesar Rp335 per saham. Sebelumnya, perusahaan telah menyalurkan dividen interim Rp123 per saham, sehingga total distribusi kepada investor menjadi Rp458 per saham.

LPPF ikut membuka musim pembagian laba

Dari sektor ritel, LPPF menetapkan dividen Rp250 per saham. Total nilai pembagian laba emiten Matahari Department Store itu mencapai Rp556,81 miliar.

Jadwalnya pun sudah diumumkan secara rinci. Cum dividen LPPF jatuh pada 23 April 2026, ex dividen pada 24 April 2026, dan pembayaran dilakukan pada 4 Mei 2026.

Kepastian jadwal ini membuat LPPF ikut masuk radar investor yang mencari emiten dengan waktu pembagian dividen yang sudah pasti. Dengan tanggal cum dividen yang sama seperti AALI, saham ini menjadi salah satu fokus utama di periode tersebut.

UNTR tetap besar meski nominalnya turun

PT United Tractors Tbk (UNTR) juga sudah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1.663 per saham. Total dana yang disiapkan mencapai Rp5,92 triliun.

Meski jumlah itu lebih kecil dibandingkan tahun buku 2024 yang mencapai Rp7,8 triliun, nominal dividen UNTR tetap tergolong besar dalam musim pembagian laba kali ini. Perseroan juga menyiapkan dividen final sebesar Rp1.096 per saham.

Sampai informasi yang tersedia, UNTR belum mengumumkan detail cum dividen, ex dividen, dan tanggal pembayaran kepada publik. Kondisi ini membuat pelaku pasar masih menunggu kelengkapan jadwal sebelum menentukan posisi.

TOBA dan Astra Graphia masih menunggu rincian lanjutan

PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) turut mengumumkan dividen final US$8,88 juta yang berasal dari saldo laba ditahan perseroan. Namun, jadwal pembayaran lengkapnya belum dirilis sehingga pasar masih menunggu pengumuman lanjutan.

Sementara itu, Astra Graphia juga belum mengumumkan detail jadwal dividen. Karena itu, perhatian investor hingga saat ini masih lebih banyak tertuju pada emiten yang sudah membuka rincian lengkap, terutama AALI dan LPPF.

Daftar jadwal yang sudah diumumkan

  1. AALI: cum dividen 23 April 2026, ex dividen 24 April 2026, pembayaran 13 Mei 2026.
  2. LPPF: cum dividen 23 April 2026, ex dividen 24 April 2026, pembayaran 4 Mei 2026.
  3. ASGR: belum diumumkan.
  4. UNTR: belum diumumkan.
  5. TOBA: belum diumumkan.

Di tengah rangkaian itu, pasar mencermati emiten dengan rekam jejak distribusi laba yang konsisten, terutama dari Grup Astra dan sektor ritel. Fokus investor kini mengarah pada kepastian pencatatan, besaran dividen per saham, dan jadwal pembayaran yang mulai bergerak dari akhir April hingga pertengahan Mei 2026.

Berita Terkait