ABS Menang Saat Jalan Licin, Tapi Syarat Penting Ini Sering Dilupakan Pengendara

ABS memberi keunggulan paling jelas saat motor harus berhenti mendadak di jalan yang basah, berpasir, atau licin. Sistem ini membantu roda tetap berputar sehingga pengendara masih bisa menjaga arah motor dan menekan risiko tergelincir.

Karena karakter itu, ABS banyak dipakai pada motor sport, touring, hingga adventure yang menuntut perlindungan lebih besar. Pada kondisi pengereman keras, teknologi ini dinilai lebih unggul dibanding CBS karena mampu menjaga traksi ban lebih baik.

Syarat yang sering diabaikan

Keunggulan ABS tidak otomatis muncul jika pengendara tidak memahami batas kerjanya. Sistem ini tetap membutuhkan kondisi kendaraan yang baik dan cara pengereman yang tepat agar manfaatnya terasa maksimal.

Di sisi lain, masih banyak pengendara yang hanya melihat fitur keselamatan dari harga atau popularitas model. Padahal, efektivitas ABS dan CBS sangat bergantung pada situasi jalan serta kebutuhan pemakaian harian.

CBS lebih sederhana untuk penggunaan rutin

CBS atau Combi Brake System membagi tenaga pengereman antara roda depan dan belakang. Saat tuas rem belakang ditarik, sebagian gaya pengereman otomatis dialirkan ke roda depan agar distribusinya lebih seimbang.

Sistem ini memudahkan pengendara yang belum terbiasa mengatur rem depan dan belakang secara optimal. Dalam lalu lintas perkotaan dengan kecepatan menengah sekitar 40 hingga 60 km/jam, CBS dinilai cukup efektif dan stabil untuk kebutuhan harian.

ABS dan CBS punya karakter yang berbeda

ABS atau Anti-lock Braking System bekerja dengan sensor elektronik yang memantau putaran roda secara terus-menerus. Saat sistem mendeteksi roda berpotensi terkunci karena pengereman keras, tekanan rem akan diatur otomatis dalam hitungan milidetik.

Hasilnya, pengendara masih memiliki kendali arah saat harus menghindari rintangan. CBS memang memberi rasa pengereman yang mudah, tetapi sistem ini tidak dirancang untuk mencegah roda terkunci ketika motor melaju kencang atau melewati permukaan yang licin.

Selisih harga juga menjadi pertimbangan

Dari sisi biaya, motor dengan CBS umumnya lebih terjangkau karena konstruksinya lebih sederhana. Biaya perawatannya juga disebut tidak jauh berbeda dari sistem rem konvensional.

Sebaliknya, motor berfitur ABS biasanya dijual sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta lebih mahal dibandingkan varian non-ABS atau CBS. Selisih ini kerap menjadi faktor penentu bagi calon pembeli yang harus menimbang anggaran dengan kebutuhan keselamatan.

Pilihan akhir tetap bergantung pada pola berkendara masing-masing. Untuk penggunaan harian di kota, CBS bisa terasa cukup masuk akal, sedangkan ABS lebih relevan bagi pengendara yang ingin perlindungan tambahan saat menghadapi pengereman mendadak atau kondisi jalan yang kurang ideal.

Source: www.liputan6.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer