Acebeam UC3A Hadir Kecil, Lampu Samping Uniknya Justru Paling Menonjol

Acebeam UC3A menarik perhatian bukan karena ukurannya, melainkan karena kelengkapan fitur yang dibawa ke dalam bodi senter saku yang sangat ringkas. Dengan bobot hanya 65 gram, perangkat ini terasa nyaris tidak membebani saat dibawa untuk kebutuhan harian.

Salah satu pembeda utamanya terletak pada lampu samping yang menawarkan fungsi lebih beragam dibandingkan banyak senter sekelasnya. Di sisi lain, Acebeam juga tetap mempertahankan baterai yang bisa diganti, sehingga pengguna masih memiliki ruang gerak untuk mobilitas yang lebih fleksibel.

Lampu samping dengan banyak pilihan warna

Tombol kedua pada UC3A sepenuhnya dipakai untuk mengatur lampu samping. Pada mode putih, tersedia dua tingkat kecerahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Setelah lampu dinyalakan, pengguna juga dapat beralih ke warna merah, hijau, dan biru melalui double-click. Masing-masing warna itu memiliki mode berkedip, ditambah mode berkedip polisi dengan pola merah dan biru bergantian.

Acebeam turut menyertakan animasi pelangi yang memanfaatkan banyak LED untuk menghadirkan efek visual lebih ramai. Lampu samping ini juga bisa berfungsi sebagai penanda ketika dipasang di ransel, sabuk, atau topi melalui klip.

Masih berguna untuk pekerjaan ringan

Pada sisi putih, lampu samping UC3A dapat dipakai sebagai cahaya ambient. Panel belakang yang bermagnet kuat juga membuat senter ini mudah ditempelkan ke permukaan logam.

Karena itu, UC3A dinilai relevan untuk pekerjaan DIY di dalam casing PC ketika dibutuhkan penerangan ringkas yang bisa berdiri sendiri. Untuk penggunaan harian, output lampu depan maupun lampu samping disebut cukup memadai selama tidak menuntut senter super terang.

Dua tingkat putih pada lampu samping dianggap cukup untuk kondisi redup maupun ruangan yang masih memiliki cahaya ambient. Dengan pendekatan ini, UC3A lebih diarahkan sebagai senter serbaguna ketimbang alat penerangan berdaya besar.

Baterai kecil yang memberi fleksibilitas

Acebeam memakai sel lithium-ion berukuran AAA, tepatnya format 10440 silindris, yang sudah dilengkapi port USB-C di dalam bodi baterai. Pengisian harus dilakukan setelah baterai dikeluarkan dari senter, tetapi format ini memudahkan pengguna yang ingin membawa sel cadangan.

UC3A juga mendukung baterai primer AAA standar, meski fitur itu tidak sempat diuji. Kapasitas baterainya sendiri hanya 1,5 watt-jam, sehingga penurunan daya bisa terlihat dari cahaya yang mulai lebih redup.

Perangkat ini tidak dibekali indikator baterai, sehingga tingkat terang menjadi petunjuk praktis saat daya mulai menipis. Dalam pengamatan penggunaan, satu unit yang tidak penuh dayanya memang tampak lebih redup dibanding unit lain.

Pengendalian sederhana, fungsi tetap padat

Tombol utama mengatur lampu depan dan terasa mudah dipahami. Mode moonlight bisa diakses dengan menahan tombol saat senter dinyalakan, sementara tekan sekali akan menyalakan kedua lampu depan pada mode medium.

Jika tombol utama ditahan, pengguna bisa berpindah melalui tiga mode lain, tetapi bukan moonlight. Pola kontrol ini dibuat ringkas agar UC3A mudah dipakai tanpa perlu banyak penyesuaian.

Dalam paket sekecil ini, Acebeam UC3A berhasil menggabungkan lampu depan, lampu samping, baterai yang bisa diganti, dan opsi pemasangan yang fleksibel. Namun, ada catatan pada reproduksi warna biru di lampu samping yang dinilai agak keruh dan cenderung ke ungu.

Sebaliknya, warna merah dan hijau dianggap sesuai harapan, sementara efek pelangi dinilai menarik karena animasinya didukung cukup banyak LED. Acebeam menjual UC3A di Amazon dengan harga $40 dan tersedia dalam warna orange, black, atau green, disertai kode promo 4TBZINQJ yang disebut dapat menurunkan harga di checkout.

Source: www.notebookcheck.net

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer