Ade Armando Mundur dari PSI, Tegaskan Kritiknya Jangan Sampai Menyeret Kader Lain

Author: Redaksi Android62

Ade Armando memilih keluar dari Partai Solidaritas Indonesia karena ingin memutus kemungkinan kritik terhadap dirinya ikut menyeret partai dan para kader. Ia menegaskan langkah itu diambil sebagai tanggung jawab pribadi, bukan karena konflik di dalam PSI.

Keputusan tersebut ia sampaikan di Kantor DPP PSI, Jakarta. Ade juga menolak anggapan bahwa pengunduran dirinya lahir dari pertengkaran politik dengan partai yang selama ini ia tempati.

Bagi Ade, persoalan utamanya justru ada pada dampak dari komentar-komentar yang kerap ia lontarkan ke berbagai pihak. Ia mengakui dirinya sering menjadi sasaran kritik, lalu sorotan itu meluas hingga ikut mengenai orang-orang di PSI, termasuk Grace Natalie.

Tidak Ingin PSI Menanggung Beban

Ade menilai PSI tidak semestinya ikut memikul akibat dari pernyataan yang ia buat sendiri. Karena itu, ia memilih memisahkan diri agar partai tidak ikut terbebani oleh polemik yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan pengurus maupun kader PSI.

Ia juga meminta agar kritik yang mungkin tetap muncul setelah ia mundur tidak dialihkan kepada PSI. Menurutnya, jika setelah acara itu ia masih mengucapkan kritik yang tidak dapat diterima, serangan tetap tidak boleh diarahkan ke partai.

Pernyataan itu memperlihatkan keinginannya untuk menjaga batas antara sikap politik pribadinya dan posisi PSI sebagai partai. Ade menegaskan bahwa tanggung jawab atas ucapannya berada pada dirinya, bukan pada partai yang pernah menaunginya.

Hubungan dengan PSI Tetap Baik

Meski mundur, Ade menegaskan hubungan dengan PSI tetap berjalan baik. Ia menyebut keputusan tersebut lahir dari pertimbangannya sendiri demi kebaikan bersama, bukan karena ada ketegangan internal yang memaksa dirinya pergi.

Ia juga menyinggung sikap para pimpinan PSI yang menurutnya tetap memberi dukungan kepada dirinya selama ini. Namun, dukungan itu tidak membuatnya merasa pantas jika pengurus dan kader partai harus ikut menanggung dampak dari kritik yang mengarah kepadanya.

Karena alasan itu, pengunduran diri dipilih sebagai langkah yang dianggap paling tepat. Ade memposisikannya sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya meredam agar serangan publik terhadap dirinya tidak berubah menjadi beban bagi PSI.

Dengan langkah tersebut, Ade ingin menutup ruang tafsir bahwa partai ikut terlibat dalam kontroversi yang melekat pada namanya. Ia juga menegaskan bahwa PSI tidak tahu apa-apa soal kritik-kritik yang ia sampaikan, sehingga partai tidak patut dijadikan sasaran.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru