Alex Pereira kini berada di ambang pencapaian yang belum pernah terjadi dalam sejarah UFC. Jika mampu mengalahkan Ciryl Gane dalam duel pendukung utama di Gedung Putih, Washington D.C., Pereira berpeluang menjadi petarung pertama yang meraih gelar juara di tiga kelas berbeda.
Laga itu juga membawa implikasi besar bagi divisi kelas berat UFC. Sabuk juara interim yang diperebutkan menjadi jalan penting menuju perebutan gelar utama, sementara perhatian publik tertuju pada kemungkinan lahirnya catatan baru dari sosok yang dikenal dengan julukan “Poatan”.
Dukungan dari rival lama yang tak terduga
Di tengah sorotan besar itu, dukungan yang muncul justru datang dari Israel Adesanya, mantan rival sengit Pereira. Hubungan keduanya pernah dibangun oleh pertarungan berulang dan tensi tinggi, terutama saat sama-sama berada dalam jalur menuju perebutan gelar.
Sebelum dikenal luas di UFC, keduanya sudah dua kali bertemu di kickboxing. Pereira memenangi dua pertemuan tersebut, lalu membawa modal itu saat menembus UFC dan semakin menguatkan reputasinya sebagai lawan berbahaya bagi Adesanya.
Rivalitas yang berubah menjadi pengakuan
Nama Pereira kemudian melejit saat menantang Adesanya di UFC 281 dan merebut sabuk juara kelas menengah. Beberapa bulan setelah itu, Adesanya membalas kekalahan dalam laga ulang dan menutup salah satu rivalitas paling menonjol di olahraga tarung modern.
Meski sejarah keduanya penuh ketegangan, Adesanya kini berbicara dengan nada yang jauh berbeda. Dalam video di kanal YouTube pribadinya, ia menilai peluang Pereira sebagai sesuatu yang langka dan sangat penting bagi divisi kelas berat UFC.
“Inilah yang dibutuhkan divisi ini,” kata Adesanya, sembari menyoroti situasi Jon Jones yang belum jelas dan Tom Aspinall yang masih dalam masa pemulihan. Ia juga menyebut perjalanan Pereira dari kickboxing hingga menjadi juara UFC sebagai kisah besar dalam olahraga ini.
Alasan Adesanya ingin melihat Pereira berhasil
Bagi Adesanya, keberhasilan Pereira tidak sekadar soal satu pertarungan gelar. Ia menilai pencapaian itu akan memperlihatkan sesuatu yang belum pernah dicoba siapa pun dan bisa memberi warna baru bagi UFC.
“Ini gila… Saya ingin melihat Alex melakukannya,” ujar Adesanya, seraya menyebut langkah itu akan baik bagi olahraga. Ia menggambarkan upaya Pereira seperti sebuah tantangan menuju wilayah yang belum tersentuh petarung mana pun.
Adesanya juga mengaku punya ikatan dengan perjalanan karier Pereira karena pernah menjadi bagian dari kisah naiknya petarung Brasil itu. Karena itu, menurut dia, persoalan ini telah melampaui rivalitas pribadi dan masuk ke wilayah sejarah olahraga.
“Ini bukan tentang saya, ini lebih besar dari saya,” lanjut Adesanya. “Saya benar-benar percaya dia akan berhasil, ini takdir.”
Perebutan yang bisa mengubah arah kelas berat
Partai Pereira kontra Gane kini menjadi pusat perhatian penggemar UFC. Selain menentukan arah persaingan kelas berat, hasil duel ini bisa membawa Pereira semakin dekat pada target besar yang belum pernah diraih petarung mana pun.
Jika menang, Pereira bukan hanya menjaga momentumnya di UFC White House. Ia juga bisa melangkah ke posisi yang semakin dekat dengan pencapaian langka, kali ini dengan dukungan dari rival yang dulu paling keras menantangnya.
