AE86 Replika China Ini Akhirnya Jalan, Tapi Fitment-Nya Membuat Repot

Replika AE86 buatan JiangSu Aodun Industries akhirnya bisa bergerak dengan tenaga sendiri, tetapi proses merakitnya jauh dari mulus. Mobil itu menunjukkan banyak masalah kesesuaian panel, lubang baut, hingga dudukan komponen yang memaksa tim melakukan penyesuaian besar di banyak bagian.

Yang paling menarik justru datang dari hasil akhirnya. Setelah seluruh komponen donor dipindahkan ke shell baru dan mesin 4A-GE hidup, replika itu tetap mampu melaju dan sasisnya disebut masih sanggup meredam jalan bergelombang tanpa kendala besar.

Shell murah, tetapi tidak siap pasang langsung

Shell bergaya AE86 ini dijual di Alibaba oleh JiangSu Aodun Industries, perusahaan yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Toyota. Menurut Japanese Nostalgic Car, perusahaan tersebut memasok panel ke FAW-GM dan juga telah mencap body panel untuk Audi, Volkswagen, Toyota, dan Mazda pasar China.

Skema pembeliannya pun tidak sederhana. Pesanan minimum ditetapkan lima unit dengan harga $9.500 per unit, sementara ongkos kirim harus dinegosiasikan terpisah.

Kanal YouTube Big Time kemudian berhasil mendapatkan shell itu melalui Battle Garage, yang memperoleh unit lewat koneksi SEMA. Paket yang dibawa juga mencakup donor Toyota AE86 Jepang seharga $4.000 untuk memindahkan mesin, transmisi, suspensi, kemudi, wiring, tangki bensin, dan interior.

Banyak lubang tidak pas, beberapa titik harus dibor ulang

Begitu pengerjaan dimulai, masalah fitment langsung terlihat. Banyak lubang hilang, meleset, atau memiliki drat yang salah, sedangkan titik dudukan suspensi hanya mendekati posisi yang benar tetapi tetap harus diperbesar agar baut bisa masuk.

Pitch ulir pada sejumlah pengikat juga tidak cocok dengan hardware Toyota. Dash bar bahkan harus dipaksa masuk dengan pry bar karena bodi dibuat sedikit terlalu sempit.

Masalah lain muncul pada kualitas sambungan dan geometri bodi. Di beberapa area terlihat las yang belum selesai dengan baik, retakan tampak di sekitar strut tower, satu A-pillar lebih rendah dari yang lain, dan lapisan logam tidak bertemu rapi.

Bagian pintu, belakang, dan tangki ikut menyulitkan

Pekerjaan di area pintu juga menuntut fabrikasi tambahan. Mekanisme tuas kaca tidak bisa dipasang tanpa modifikasi besar karena sebagian lubang yang diperlukan memang tidak tersedia.

Celah pintu harus diisi shim, hatch tidak mau menutup dengan benar, dan pemasangan subframe pertama kali memaksa lubang diperbesar cukup jauh sebelum baut bisa mengunci. Tangki bahan bakar bahkan tidak memiliki dudukan sama sekali, sehingga tim memilih mengikatnya dengan ratchet straps.

Walau banyak masalah, shell ini tetap memiliki daya tarik untuk proyek tertentu. Battle Garage menilai biaya total setelah impor membuat harga realnya berada di kisaran $13.000–$14.000 sebelum satu pun komponen donor dipasang.

Di titik itu, nilai ekonominya menjadi relatif. Shell baru ini dinilai mungkin lebih masuk akal untuk mobil trek penuh, karena bisa menjadi alternatif yang lebih murah dibanding membangun AE86 asli sampai spesifikasi ekstrem.

Namun untuk banyak pembeli lain, terutama di Amerika, mobil asli tetap tampak lebih praktis. Selama AE86 hidup masih bisa ditemukan, shell baru buatan China ini lebih tepat dipandang sebagai bahan mentah yang memerlukan pengalaman, waktu, dan banyak penyesuaian agar benar-benar berguna.

Berita Terkait