Program penyaluran 19.500 benih ikan nila salin di Kabupaten Subang menjadi salah satu langkah yang diarahkan untuk mendorong ekonomi pesisir lewat budidaya yang lebih produktif. Bantuan ini menyasar pembudidaya lokal dan ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat perikanan budidaya yang memberi dampak langsung pada pendapatan warga.
Bantuan benih tersebut diberikan kepada dua pembudidaya setempat, yakni Ade dan Hj. Warsini. Keduanya disebut memiliki rekam jejak luas di wilayah itu, sehingga dinilai relevan untuk menerima dukungan yang diharapkan bisa memperbesar hasil budidaya.
PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) menjalankan program ini bersama Maritim Muda Nusantara melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL. Melalui skema itu, bantuan tidak hanya berhenti pada penyerahan benih, tetapi juga diarahkan ke pemberdayaan masyarakat pesisir.
Perusahaan menyiapkan pengawasan teknis agar pertumbuhan nila salin berjalan optimal, terukur, dan berkelanjutan bagi ekosistem sekitar. Pendampingan ini menjadi bagian dari cara Agrinas Jaladri Nusantara memastikan budidaya yang dijalankan pembudidaya lokal memiliki arah yang lebih jelas.
Public Relations & CSR Manager Agrinas Jaladri Nusantara, Viera Lovienta, menyebut dukungan kepada pembudidaya lokal sebagai bagian penting dari upaya memperkuat sektor perikanan nasional. Ia menegaskan bahwa budidaya menjadi salah satu penggerak ekonomi yang relevan bagi masyarakat pesisir.
Pilihan pada nila salin juga memiliki dasar yang jelas. Komoditas ini dinilai adaptif di perairan payau dan memiliki permintaan pasar yang tinggi, sehingga dianggap potensial untuk mendorong produktivitas pembudidaya.
Bagi wilayah pesisir, kemampuan ikan beradaptasi dengan kondisi perairan menjadi faktor penting agar usaha budidaya lebih efisien. Karena itu, penyaluran benih nila salin diposisikan bukan sekadar bantuan, tetapi juga dorongan agar ekonomi rakyat di daerah pesisir bisa bergerak lewat komoditas yang sesuai dengan lingkungan setempat.
Agrinas Jaladri Nusantara melihat sektor perikanan budidaya sebagai ruang tumbuh yang bisa memberi manfaat ekonomi berkelanjutan. Fokus itu sejalan dengan upaya menjaga stabilitas perikanan nasional melalui dukungan kepada pelaku lokal.
Kolaborasi dengan Maritim Muda Nusantara menunjukkan bahwa program ini tidak berdiri sendiri. Dalam kerangka TJSL, perusahaan juga menyampaikan rencana untuk terus memusatkan program pada sektor-sektor yang berkaitan erat dengan pembangunan ekosistem kelautan.
Viera mengatakan bantuan benih nila salin ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas budidaya. Ia juga menekankan harapan agar program tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.







